Sumiara Terpilih Aklamasi Pimpin PGRI Denpasar Utara, Suarya Ingatkan Guru Hati-hati Menangani Siswa

I Wayan Sumiara (nomor dua dari kiri) foto bersama Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, I Made Astawa, Ni Wayan Darti, dan I Gusti Ngurah Agung Arya. Sumiara terpilih menjadi Ketua PGRI Cabang Denpasar Utara periode 2025-2030 pada Konfrensi Cabang PGRI Denpasar Utara XXIII, di SMPN 10 Denpasar, Jumat (14/3/2025). Foto: ist
I Wayan Sumiara (nomor dua dari kiri) foto bersama Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, I Made Astawa, Ni Wayan Darti, dan I Gusti Ngurah Agung Arya. Sumiara terpilih menjadi Ketua PGRI Cabang Denpasar Utara periode 2025-2030 pada Konfrensi Cabang PGRI Denpasar Utara XXIII, di SMPN 10 Denpasar, Jumat (14/3/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR –  I Wayan Sumiara, S.Pd.,M.Pd., terpilih menjadi Ketua PGRI Cabang Denpasar Utara periode 2025-2030 pada Konferensi Cabang PGRI Denpasar Utara XXIII, di SMPN 10 Denpasar, Jumat (14/3/2025). Sumiara terpilih secara aklamasi, menggantikan I Gusti Ngurah Agung Arya. 

Sementara Wakil Ketua I Made Astawa, S.Pd., M.Pd., dan Sekertaris, Ni Wayan Darti, S.Pd., M.Pd. Pelantikan pengurus anyar PGRI Denpasar Utara dilakukan oleh Ketua PGRI Bali, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd.

Read More

Ketua PGRI Cabang Denpasar Utara terpilih Sumiara menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan pengurus PGRI ranting untuk memimpin organisasi PGRI Cabang PGRI Denpasar Utara untuk lima tahun kedepan. “Semoga kami bisa mengemban amanah anggota dengan baik,” ungkap Sumiara yang juga Kepala SMPN 10 Denpasar itu.

Dia mengajak semua pengurus dan anggota PGRI Denpasar Utara dapat secara bersama-sama dengan semangat gotong royong dalam memajukan organisasi, seperti harapan anggota, pengurus dan pemerintah. Ke depan diharapkan semua pengurus lebih aktif, kreatif dalam menyumbangkan ide dan gagasan dalam mengembangkan organisasi yang lebih baik lagi.

Menurutnya, dalam membangun kepengurusan harus bekerja secara kolektif kolegial, mengedepankan etika dan moral, sehingga organisasi ini kembali pada marwahnya yaitu organisasi yang bermartabat. Program kerja PGRI Cabang Denpasar Utara  akan selalu selaras dengan kebijakan PGRI Kota, Provinsi, Pengurus Besar PGRI, namun tetap disesuaikan dengan kondisi lokal, agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi dunia pendidikan di Kecamatan Denpasar Utara.

Sebelumnya, Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, saat membuka Konferensi Cabang PGRI Denpasar Utara, menyampaikan pentingnya sinergi antara guru, pemerintah, dan masyarakat untuk mencetak generasi emas Indonesia. Karenanya, konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi tenaga pendidik, pemerintah, dan masyarakat dalam mencetak generasi emas Indonesia.

Ia menaruh harapan besar bahwa pengurus PGRI harus hadir bersama guru merespon isu-isu yang menjadi perjuangan guru dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas terkhusus di Kecamatan Denpasar Utara. “Sesuai tema konferensi “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas,” Konferensi Cabang PGRI Denpasar Utara menjadi langkah strategis untuk merumuskan program kerja PGRI Kecamatan Denpasar Utara ke depan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, mengucapkan selamat kepada Sumiara yang telah terpilih secara aklamasi. Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Denpasar Utara ini merupakan amanat organisasi lima tahunan dalam memilih pengurus baru dalam melaksanakan program kerja organisasi guru terbesar di Indonesia dalam memperjuangkan nasib dan hak-hak guru melalui wadah PGRI, khususnya di Cabang PGRI Kecamatan Denpasar Utara

Suarya menegaskan, dalam gerakan perjuangan PGRI tetap komitmen menjadi organisasi guru berjuang dalam mensejahterakan guru, melindungi guru dan harus bersinergi dengan pemerintah, dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Lewat konfrensi ini diharapkan mampu memperbaiki gerak langkah organisasi lima tahun yang akan datang, serta menyusun rencana strategis lima tahun ke depan memajukan organisasi.

Dia menilai tantangan guru di masa kini dan akan datang dapat dipastikan semakin berat. Untuk itu, organisasi PGRI diharapkan menjadi tempat bertemu, wadah untuk berkomunikasi dan bersatu menyuarakan permasalahan guru. Kepada para guru ia berpesan agar mereka ekstra hari-hati dalam menangani siswa. “Di era disrupsi ini, guru menjadi pantauan medsos, menjadikan kita harus ekstra hati-hati dalam menangani anak-anak,” pesan Suarya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.