Sugawa Ajak Kader Lihat Rekam Jejak Calon DPD, Mangku Pastika Dielus-elus Berbaju Golkar

Sugawa Korry. Foto: ist
Sugawa Korry. Foto: ist

DENPASAR – Walau “hanya” berstatus anggota DPD RI, tapi nama besar Made Mangku Pastika dinilai masih jadi jaminan mutu membesarkan partai. Partai Golkar Bali disebut-sebut sedang mengelus-elus Gubernur Bali periode 2008-2018 itu untuk berbaju Golkar ketika purnatugas sebagai DPD RI pada 2024 mendatang. Benarkah rumor itu?

“Beliau masih menjadi anggota DPD aktif sampai 2024, kita harus hormati itu dong. Tidak boleh anggota DPD menjadi anggota partai,” sahut Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, sembari tertawa saat dimintai tanggapan, Senin (9/1/2023).

Bacaan Lainnya

Meski awalnya tidak membantah sekaligus tidak membenarkan isu Pastika akan bergabung ke Golkar, Sugawa bercerita bagaimana Pastika secara pribadi sangat bersimpati dengan kiprah Golkar Bali selama ini. Terutama saat Pastika menjabat Gubernur dengan diusung koalisi PDIP pada periode pertama, dan diusung koalisi Partai Golkar di periode kedua. Sugawa menyambut baik dan gembira dengan sikap Pastika.

“Beliau banyak cerita saat kami diskusi bersama Pak Geredeg kemarin, sekalian nostalgia. Beliau bilang Golkar banyak membantu saat jadi Gubernur, misalnya soal Jamkrida, RS Bali Mandara, dan lain-lainnya,” kata Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Soal apakah ceritanya berarti mengiyakan Pastika akan ke Golkar nanti, Sugawa beralasan saat ini tidak tepat membicarakan itu karena Pastika berstatus DPD RI. Namun, dia langsung mengiyakan saat ditanya apakah Golkar akan memberi karpet merah jika Pastika bergabung? “Ohh pasti itu. Beliau malah cerita waktu masih Kapolres, istrinya kampanye untuk Golkar. Ya itu masih zaman Orde Barulah,” sahut Sugawa terkekeh.

Baca juga :  Kominfo Awasi Spyware Candiru, Minta Masyarakat Hati-hati Mengakes Konten

Tentang sowan bersama bakal calon DPD RI, I Wayan  Geredeg, ke kediaman Pastika akhir pekan lalu, Sugawa beralasan karena Pastika tidak lagi mendaftar sebagai calon DPD RI. Hanya, Pastika dinilai sebagai aset daerah sangat potensial dengan pengalaman dan rekam jejaknya. “Pak Geredeg juga responnya bagus, malah diberi masukan kalau misal lolos sebagai DPD,” imbuhnya.

Bahwa Pastika tahun 2024 berusia 74 tahun dan berpotensi kurang produktif lagi untuk politik praksis, Sugawa tegas menepis. Dia memandang produktivitas tidak dipengaruhi usia, kemampuan dan pengalaman Pastika jadi pembeda. Bila ada kesempatan bergabung dengan Golkar, Pastika juga disebut tidak berharap jadi DPR RI, hanya sebatas menyumbangkan pikiran dan aspirasi politiknya. Singkat kata, Golkar dijadikan wahana menyalurkan gagasan dan pemikiran Pastika.

“Untuk Bali, Golkar siap terdepan. Kami siap tidak menonjolkan ego sektoral, pasti bisa kompromi, negosiasi dan komunikasi,” tuturnya, seakan memberi sinyal membenarkan Pastika hanya soal waktu berbaju Golkar.

Disinggung arah dukungan Golkar dalam pencalonan DPD RI, karena Geredeg dan Arsa Linggih (putra Sumarjaya Linggih alias Demer) dikabarkan berebut dukungan kader Golkar, Sugawa mendaku Golkar sebagai partai tidak boleh mendukung resmi calon DPD. Tetapi, sebagai pribadi kader, berhak mendukung siapa pun. Dia pribadi mengimbau kader untuk mendukung siapa calon yang paling potensial menang. Soal siapa orangnya, dia menyilakan kader menganalisis sendiri potensi calon di masyarakat, juga menyimak rekam jejaknya.

Baca juga :  KPU Siap Proses Penggantian Kadek Diana-Kadek Dwi

Mengajak ke Pastika apa tidak secara halus mengajak kader mendukung Geredeg? “Ahh nggak, beliau kan statusnya bakal calon, belum resmi calon DPD. Golkar ke mana-mana saja masih sah dong, semua berproses secara demokratis, Golkar pasti ikuti aturan yang ada,” kelitnya sambil tergelak. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.