Strategi Uji Petik Sekda-BPKAD, Pantau Potensi Yakinkan Galian C Meningkat

PLT Kepala BPKAD Karangasem, I Wayan Purna. Foto: ist

KARANGASEM – Beberapa pekan ini bersliweran informasi di Karangasem terkait peningkatan pemasukan galian C, karena menjelang pergantian kepemimpinan di Pemkab Karangasem. Isu ini cukup menarik perhatian, karena portal galian C digenjot pemerintah dalam upaya keseimbangan pembangunan Karangasem, Bali.

I Wayan Purna selaku Plt. Kepala BPKAD Karangasem menjelaskan, kondisi galian C saat ini ada istilah yang disebut dengan uji petik. Dia menyebut sedang mengagendakan uji petik sebulan untuk menakar berapa besar potensinya.

Read More

“Karena saya baru bertugas di BPKAD, saya lihat target pendapatan di APBD khususnya di galian C itu naik 100 persen. Dulu tercapai pada tahun 2020 itu 21 miliar, tapi sekarang ditargetkan 44 miliar. Naik 100 persen lebih jadinya,” ungkap Purna, Selasa (2/2/2021).

Purna memaparkan, jika dia tidak tau potensi, maka tidak bisa mengevaluasi apakah target pendapatan dapat tercapai. Karena itu dia mengadakan uji petik biar tidak ada kecurigaan OPD ataupun pimpinan bahwa BPKAD ada main dengan portal. Dia mengklaim Sekda memerintah supaya OPD lain mendukung upaya instansinya tersebut.

“Paling tidak satu bulan kita punya gambaran potensi, misalnya di salah satu pos pemasukannya rata-rata berapa dan pencapaiannya berapa. Kami bisa menghitung target yang diberikan, karena satu-satunya yang bisa digali potensi dan manfaatnya ini adalah galian C,” ungkapnya.

Untuk sektor pariwisata, sambungnya, pajak hotel ditarget Rp30 miliar, padahal tahun 2020 tercapai hanya Rp8 miliar. Ini menandakan ada potensi tidak tercapai di pendapatan hotel sekira Rp22 miliar. Ditutup dengan pendapatan galian C dirasa tidak bisa, makanya uji petik dioptimalkan dulu supaya mengetahui berapa potensi di portal-portal yang ada.

Dari data yang ada, titik portal ada tujuh, dengan di Dusun Liligundi, Desa Buwana Giri, Bebandem potensinya paling kecil, nyaris tidak ada. Yang padat atau besar arusnya ada di empat portal yakni di Butus, Tianyar, Rendang, Selat. Arus truk lewat, dari laporan yang ada, antara 200 s.d. 300 truk per hari. Dari semua titik dipantau rerata 1.100 sampai 2.300 truk didapat.

Dia mengaku sebelum diadakan uji petik hingga dilaksanakan uji petik, tingkat lonjakan sangat jauh. Apalagi pembandingnya adalah data tahun 2020. Dia menyebut akan duduk bersama dengan petugas portal membahas potensi yang ada.

Terkait isu ada petugas portal bermain, dia tidak membantah tegas, dan mendaku harus melihat langsung kondisinya bagaimana. “Selama ini petugas yang mengambil faktur tetap petugas portal kami, tapi yang mengawasi langsung dari unsur Satpol PP, Perhubungan, terus dari BPKAD satu orang, kemudian dari OPD,” pungkasnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.