POSMERDEKA.COM, BANGLI – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli sukses mengembangkan ikan koi di Balai benih Ikan (BBI) Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli. Koi yang mulai dibudidayakan tahun 2022 itu kini populasi melonjak. Sayang, dibalik sukses budidaya ini, pemasaran koi justru lesu.
Kabid Perikanan Dinas PKP Bangli, I Wayan Agus Wirawan, Kamis (20/2) menyebutkan, di BBI Sidembunut dikembangkan sejumlah benih ikan. Seperti nila, ikan lele dan Ikan endemis serta ikan koi.
Dijelaskannya, untuk ikan koi mulai dikembangkan tahun 2022 lalu dengan jumlah sebanyak dua paket indukan. “Pembenihan koi berjalan sukses, kini populasi ikan koi berlimpah,” ucapnya.
Wirawan menguraikan, perkembangan ikan koi cukup bagus, yang dibarengi dengan meningkatnya jumlah benih ikan yang dihasilkan. Namun, sukses pengembangan koi ini tidak diiringi bergairahnya pemasaran benih ikan koi. “Saat ini populasi benih ikan koi ukuran 2-3 cm sebanyak 1.150 ekor dan ukuran 5-7 cm sebanyak 500 ekor,” katanya.
Mengantisipasi menumpuknya stok bibit koi, dia mengaku terpaksa dilakukan pengurangan pengembangbiakan bibit. ”Selain lesu peminat, keterbatasan kolam yang tersedia DI BBI serta untuk mengurangi kebutuhan pakan, maka tidak dilakukan lagi proses pemijahan (pembuahan) ikan koi,” ungkapnya.
Sejauh ini, imbuhnya, untuk pemasaran baru menyentuh pasar lokal seperti menjual bibit ikan di Pasar Satria, Denpasar. ”Selain itu kadang ada juga pembeli langsung datang ke BBI. Tapi belakangan ini sudah jarang pembeli yang datang,” pungkasnya. gia
























