Spentwo Festival 3.0, Berlangsung Meriah dalam Lautan Inspirasi di Era Digital

KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama; bersama Kepala SMPN 2 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seniwati, foto bersama siswa SLB Negeri 2 Denpasar, usai pentas di Spentwo Festival 3.0. Foto: ist
KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama; bersama Kepala SMPN 2 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seniwati, foto bersama siswa SLB Negeri 2 Denpasar, usai pentas di Spentwo Festival 3.0. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemandangan lapangan sepak bola SMPN 2 Denpasar, lain dari biasanya. Lapangan di timur lingkungan sekolah berubah seperti arena festival. Di sisi utara berdiri megah sebuah panggung dengan latar belakang layar mirip videotron dan di bagian atasnya dipasang lighting cukup lengkap. Di sisi lain berderet stand-stand kuliner.

Memang tak salah, selama tiga hari dari tanggal 6-8 Desember 2024 satu sekolah favorit di Kota Denpasar ini, tengah menggelar Spentwo Festival 3.0. Di puncak acaranya, deretan artis akan menggebrak panggung Spentwo Festival 3.0 yaitu Nadya, Lolot Band, dan Not So Koplo.

Bacaan Lainnya

Spentwo Festival 3.0 dengan tema “The Ocean of Aspirations in The Digital Era” (Lautan Inspirasi di Era Digital), dibuka pada Jumat (6/12/2024) oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama. Event untuk ketiga kali digelar atas inisiasi OSIS SMPN 2 Denpasar (Spentwo) ini disambut antusias oleh segenap civitas akademika SMPN 2 Denpasar, para alumni, orangtua siswa dan masyarakat umum yang peduli dengan pendidikan. Hadir pula di sela-sela acara Kepala Bapenda Kota Denpasar yang juga Ketua Umum PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

TRANSAKSI pada stand kuliner Spentwo Festival 3.0 menggunakan QRIS (QR Code Indonesian Standard) dari BPD Bali. Foto: ist

Pembukaan Spentwo Festival 3.0 juga diisi penampilan siswa SLB Negeri 2 Denpasar. Selama gelaran Spentwo Festival, tidak hanya memanjakan pengunjung dengan berbagai makanan yang lezat yang dijajakan di bazar kuliner, namun dihibur dengan beragam kreativitas khas anak muda.

Mulai dari fashion show, penampilan wushu, silat, drama musikal, dance, tari kreasi, penampilan Teater Lingkar, penampilan guru Spentwo, penampilan ekstra DSG (Dwi Semara Gita) dan pentas lainnya. Spentwo Festival 3.0 juga dimeriahkan penampilan siswa SMP PGRI 5 Denpasar.

PENTAS seni siswa SMPN 2 Denpasar pada Spentwo Festival 3.0. FotoL ist

Spentwo Festival 3.0 juga dimeriahkan dengan lomba ekstern melibatkan siswa SD se-Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Lomba yang digelar yakni kendang tunggal, membaca puisi, mesatua Bali, matembang sekar alit, olimpiade IPA, IPS dan matematika, storytelling, tari Condong dan Baris Tunggal.

Ketua Panitia Spentwo Festival 3.0, I Putu Bagus Aditya, mengatakan, kegiatan yang berlangsung tiga hari ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa SMPN 2 Denpasar dalam berwirausaha dengan cara membuka stand kuliner, serta meningkatkan kreativitas siswa SMPN 2 Denpasar dengan membuat acara penampilan dari masing-masing kelas. Menurutnya, Spentwo Festival 3.0 ini memang sengaja dikemas sesuai selera anak muda, sebagai “magnet” untuk menarik pengunjung khususnya kalangan remaja.

LITERASI nunerasi Perpustakaan Widya Sastra dan UMKM di ajang Spentwo Festival 3.0. Foto: ist

Dalam penerapan teknologi, transaksi pada stand kuliner Spentwo Festival 3.0 menggunakan QRIS (QR Code Indonesian Standard) dari BPD Bali. SMPN 2 Denpasar juga menerima apresiasi pelaksana terbaik Gen Dental Simpel Aja dari Pemerintah Kota Denpasar, yang diserahkan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2024 pada Rabu (4/12/2024) di City of Aventus Hotel, Denpasar.

Kepala SMPN 2 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seniwati, S.Pd., mengapresiasi tinggi acara yang dikelola sepenuhnya oleh OSIS SMPN 2 Denpasar. Menurut dia, even ini bernilai ganda yakni dari segi pendidikan menumbuhkan jiwa kewirausahaan, dan siswa belajar bertanggung jawab pada setiap kegiatan.

Festival ini sekaligus merupakan pengejawantahan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Menurutnya, event rutin ini untuk mewadahi dimensi kreativitas dan tanggung jawab. Sebab baginya, siswa yang cerdas tanpa kreativitas tidak bisa berkembang dengan baik.

Selain itu, Spentwo festival merupakan sebuah implementasi bahwa ekstrakulikuler yang ada di SMPN 2 Denpasar sangatlah eksis di bidangnya masing masing. Sehingga ada hal baru yang bisa diciptakan nantinya oleh siswa Spentwo, menjadi siswa yang cerdas dan kreatif. Inilah yang ia sebut, siswa SMPN 2 Denpasar merupakan generasi muda yang berani memimpin di masa depan, dengan pribadi yang bijaksana, berani dan penuh kreativitas.

Seniwati didampingi Wakasek Kesiswaan, I Wayan Adi Wijaya, S.Pd.; dan Pembina OSIS, I Gusti Ngurah Oka Agustawan, S.Pd., tak membantah Spentwo tak pernah sepi kegiatan, namun tetap unggul di akademis. Ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas siswa, memberi kesempatan siswa untuk belajar berorganisasi, belajar berkomunikasi, belajar bertanggung jawab, dan tidak menjadikan anak-anak Spentwo yang kuper (kurang pergaulan). Namun, jika seluruh kegiatan siswa dipotong atau ditiadakan, itu akan bermuara pada matinya kreativitas siswa.

Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, merespons positif penyelenggaraan Spentwo Festival 3.0. Dikatakan, kegiatan ini menggugah jiwa kewirausahaan para siswa dan merupakan bentuk kreativitas siswa yang wajib didukung. Acara ini sangat pas untuk mengembangkan empat dimensi besar, yakni dimensi kecerdasan, kreativitas, kewirausahaan dan tanggung jawab. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses