POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Penguatan kompetensi guru dalam memahami kurikulum menjadi salah satu langkah penting untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik. Berangkat dari semangat tersebut, SMPN 17 Denpasar menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Guru Melalui Implementasi Deep Learning dan Review Kurikulum.
Kegiatan dibuka Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, mewakili Kadisdikpora Kota Denpasar, pada Rabu (8/7/2026), menghadirkan narasumber inspiratif, Dewa Bagus Putu Edwin Pradipta, pengawas sekolah. Kegiatan dihadiri ketua serta pengurus komite sekolah, jajaran wakil kepala sekolah, staf, serta seluruh guru SMPN 17 Denpasar menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di SMPN 17 Denpasar.
Kepala SMPN 17 Denpasar, Ni Gusti Ayu Oka Ganitri, mengatakan, pentingnya workshop ini sebagai langkah konkret dalam membekali guru dengan strategi pembelajaran yang mendalam (deep learning) dan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kompetensi profesional guru. Melalui workshop ini, diharapkan seluruh guru mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mendukung terwujudnya pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.
Menurut dia, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen SMPN 17 Denpasar untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dengan menjadikan guru sebagai agen perubahan. Kolaborasi, refleksi, dan inovasi menjadi kata kunci dalam membangun budaya belajar yang relevan dengan tantangan zaman. Dengan kegiatan ini, diharapkan seluruh guru memiliki kesiapan dan semangat baru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih dalam, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik di tahun ajaran mendatang.
Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, mengapresiasi semangat guru-guru SMPN 17 Denpasar yang selalu tampil ceria dan pekedek pekenyung. Karenanya, ia menekankan pentingnya memperkuat kualitas pribadi guru sebagai fondasi dalam menjalankan tugas pendidikan.
Disebutkan, bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar, tetapi juga oleh kualitas karakter, pola pikir, dan cara guru memaknai profesinya. Di sisi lain, pentingnya kebahagiaan dalam bekerja, membangun orientasi kerja yang berlandaskan manfaat, mengoptimalkan potensi diri melalui aspek fisik, akal, dan hati, hingga mengenali karakter guru ideal.
‘’Guru sebagai sosok yang tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga menghadirkan energi positif, keteladanan, serta semangat belajar kepada peserta didik,’’ lugasnya.
Lebih jauh Suryadana mengatakan, review kurikulum merupakan langkah strategis yang harus dilakukan secara berkala agar kurikulum yang diterapkan tetap sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan peserta didik, serta kebijakan pendidikan yang terus berkembang. Ia menegaskan bahwa proses penyusunan dan penyempurnaan kurikulum harus berangkat dari kondisi nyata sekolah melalui analisis yang komprehensif terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dimiliki satuan pendidikan.
‘’Dengan demikian, kurikulum yang disusun benar-benar mampu menjawab kebutuhan sekolah sekaligus menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” pungkasnya. tra























