Tujuh SMP Negeri Denpasar Belum Penuhi Kuota Jalur Domisili

OPERATOR SPMB SMP Negeri menggunakan Google Maps atau sistem pemetaan terintegrasi untuk memverifikasi keakuratan titik koordinat tempat tinggal pendaftar dengan alamat pada Kartu Keluarga (KK). Foto: ist
OPERATOR SPMB SMP Negeri menggunakan Google Maps atau sistem pemetaan terintegrasi untuk memverifikasi keakuratan titik koordinat tempat tinggal pendaftar dengan alamat pada Kartu Keluarga (KK). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Hingga hari kedua pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN Denpasar 2026 jalur domisili pada Kamis (2/7/2026), masih menyisakan sejumlah kursi kosong. Pendaftaran jalur pamungkas ini ditutup pada Sabtu (4/7/2026) pukul 15.00 WITA dan hasil seleksi diumumkan pada Minggu (5/7/2026).

Data di Posko SPMB Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, mencatat masih terdapat ratusan kursi jalur domisili yang belum terisi. Jalur domisili adalah kuota terbanyak dari tiga jalur sebelumnya karena merupakan jalur pengalihan dari sisa kuota jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi.

Read More

Ketua SPMB Kota Denpasar, Ngakan Made Samudra, menyebutkan dari 17 SMP negeri dengan total kuota jalur domisili 3.831 kursi, sebanyak 3.333 kursi telah terisi. Artinya, masih tersisa 498 kursi yang belum terpenuhi dan jumlah tersebut masih dapat berkurang seiring masih berlangsungnya pendaftaran jalur domisili.

“Angka itu berdasarkan data pemutakhiran pendaftaran daring di https://denpasar.spmb.id,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, dari 17 SMP negeri tersebut, masih terdapat tujuh sekolah yang belum memenuhi kuota murid baru. Sementara itu, sudah 10 sekolah telah memenuhi kuota. Kondisi ini menunjukkan masih adanya ketimpangan distribusi pilihan sekolah di beberapa wilayah serta sebaran lulusan SD di Denpasar.

Ngakan Samudra menambahkan, kekurangan kuota jalur prestasi di tujuh SMP negeri tersebut bervariasi, mulai dari kurang dari 36 murid hingga mencapai 111 kursi. Adapun sekolah dengan kekurangan terbanyak adalah SMPN 15 Denpasar yang memiliki daya tampung jalur domisili 244 murid, namun baru terisi 133 calon murid. Kondisi ini menjadikannya salah satu sekolah dengan jumlah kekosongan terbesar sementara dalam proses SPMB jalur domisili tahun ini.

Sekolah lain yang masih tersedia kursi jalur domisili yakni SMPN 5 Denpasar sebanyak 74 kursi, SMPN 9 Denpasar (39 kursi), SMPN 11 Denpasar (36 kursi), SMPN 12 Denpasar (57 kursi), SMPN 13 Denpasar (107 kursi), dan SMPN 17 Denpasar (74 kursi). Ngakan Samudra mengimbau calon murid yang belum mendaftar atau terlempar dari tiga pilihan sekolah pada pendaftaran sebelumnya, agar segera mempertimbangkan sekolah-sekolah yang masih memiliki banyak sisa kuota. Mengingat waktu pendaftaran jalur domisili ditutup pada Sabtu (4/7/2026) pukul 15.00 Wita.

‘’Lewat dari jadwal itu sudah pasti tidak bisa melakukan proses pendaftaran. Dengan waktu yang semakin terbatas, kami berharap sisa kursi yang ada dapat segera terisi sehingga distribusi murid di seluruh SMP negeri di Denpasar dapat lebih merata,’’ pungkasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.