SMPN 15 Denpasar Gelar MPLS Perdana, Siswa Baru SMPN 2 Denpasar Dikenalkan Kurikulum Merdeka

WALI Kota Denpasar IGN Jaya Negara, bersama Ketut Suteja Kumara, AA Gede Wiratama, dan Kepala SMPN 2 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seni Wati, saat membuka MPLS di Kota Denpasar yang dipusatkan di SMPN 2 Denpasar, Senin (11/7/2022). foto: ist

DENPASAR – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP di Kota Denpasar digelar serentak mulai, Senin (11/7/2022). MPLS digelar selama tiga hari hingga, Rabu (13/7/2022). Sementara di hari terakhir, Kamis (14/7/2022) diisi kegiatan bakti sosial di lingkungan sekitar sekolah.

SMPN 15 Denpasar yang tahun ini sudah menerima siswa baru turut melaksanakan MPLS. MPLS perdana siswa baru SMPN 15 Denpasar digelar di SMPN 2 Denpasar. MPLS diikuti 280 siswa baru atau 7 kelas di bawah bimbingan guru-guru SMPN 15 Denpasar dan OSIS SMPN 2 Denpasar.

Read More

Kendati dilaksanakan di SMPN 2 Denpasar, siswa baru SMPN 15 Denpasar sangat astusias mengikuti MPLS. Termasuk orangtua siswa semangat mengantar anaknya mengikuti masa hari-hari pertama pengenalan lingkungan sekolah.

Sementara itu, SMPN 2 Denpasar tahun ini menerima 440 siswa atau 11 kelas. Siswa baru diajak mengenal tentang lingkungan sekolah mereka. Di samping itu, mengenalkan tentang kurikulum baru, yakni Kurikulum Merdeka yang akan mulai diterapkan di kelas VII tahun ajaran 2022/2023 ini.

Kepala SMPN 2 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seni Wati, S.Pd., yang juga dipercaya sebagai Plt. Kepala SMPN 15 Denpasar, MPLS kali ini mengacu pada tema “Melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Kita Wujudkan Sekolah Hebat Menuju Denpasar Maju”. Kegiatan selama MPLS lebih banyak diisi dengan penanaman pendidikan karakter dan pembentukan Profil Pelajar Pancasila.

Seni Wati mengatakan selain dikenalkan lingkungan sekolah dan pembelajaran merdeka belajar, siswa baru juga dikenalkan program keterampilan literasi. Pihaknya ingin menumbuhkan keinginan membaca kepada anak. Diharapkan, program ini mampu mendorong siswa untuk membaca dan menggemari buku sejak dini.

MPLS di hari selanjutnya, siswa dikenalkan model pembelajaran Kurikulum Merdeka yang bakal dijalani selama tahun ajaran ke depan. ‘’Kita kenalkan Kurikulum Merdeka, minimal tahu bedanya kurikulum sebelumnya (2013) dengan Kurikulum Merdeka,” terangnya.

Yang istimewa, kendati baru menerima siswa baru, SMPN 15 Denpasar sudah berhasil menelorkan siswa berprestasi yaitu Mohamad Atilla Ali. Ia meraih medali emas silat internasional Bali Champion Ship. Prestasi ini menjadi kado istimewa lahirnya SMPN 15 Denpasar.

Sementara itu, sederetan prestasi diukir siswa SMPN 2 Denpasar menjadi kado istimewa awal tahun ajaran ini. Di antaranya, juara 3 Olimpiade Biologi tingkat Provinsi Bali di SMA 1 Kuta Utara, juara 3 Lomba Cerdas Cermat tingkat Kota Denpasar, juara 3 essay tingkat Provinsi Bali, juara 2 baca puisi Bali tingkat Kota Denpasar, juara 2 Teruna-Teruni Bali Cilik tingkat Provinsi Bali, dan juara 3 Kreasi Seni Tari Tingkat Kota Denpasar dalam FLS2N.

Di olahraga, prestasi yang diraih siswa SMPN 2 Denpasar di antaranya juara 1 lari 60 m putri tingkat nasional, juara 1 karate tingkat provinsi (putri), juara 1 karate tingkat Provinsi Bali (putra), juara 1 permainan tradisional lari balok tingkat Provinsi Bali, juara 1 permainan tradisional deduplak tingkat Provinsi Bali, juara 2 tarung derajat tingkat Provinsi Bali, juara 3 woodball tingkat Provinsi Bali, juara 1 bulu tangkis tunggal putri tingkat Provinsi Bali, juara 3 bulu tangkis ganda putri tingkat Provinsi Bali, dan juara 1 sepakbola tingkat Kota Denpasar.

Sementara itu, pada Senin kemarin, SMPN 2 Denpasar juga dijadikan pusat pembukaan MPLS se-Kota Denpasar yang dibuka Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, ditandai dengan pelepasan balon dan burung.

Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengatakan, MPLS ini diharapkan dapat mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya serta menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persaudaraan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotang royong.

Wali Kota IGN Jaya Negara juga menegaskan, MPLS harus bisa memberikan kesan positif dan hangat kepada para perserta didik baru untuk memulai proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan di jenjang pendidikan barunya.

‘’Hindari model-model kegiatan yang mengarah pada perpeloncoan. Saya berharap agar semua pemangku kepentingan pendidikan di Kota Denpasar terus bekerja keras, bekerja cerdas, terus berinovasi untuk percepatan kemajuan pendidikan guna mewujudkan generasi muda yang memiliki karakter, religius, nasionalis, gotong royong, integritas dan mandiri,” imbuhnya menandaskan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara; Ketua MKKS SMP Kota Denpasar, I Wayan Murdana, serta kepala SMP negeri dan swasta di Kota Denpasar. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.