POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMPN 10 Denpasar yang beken dengan sebutan Spenda memboyong juara umum II Pekan Seni Remaja (PSR) serangkaian Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar 2025. Kepala SMPN 10 Denpasar, I Wayan Sumiara, S.Pd., M.Pd., dengan senyum mengembang menerima piala juara umum II PSR yang diserahkan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat penutupan Porsenijar Kota Denpasar 2023 di GOR Lila Bhuana, Minggu (23/3/2025).
Di PSR kontingen SMPN 10 Denpasar membukukan tiga medali emas lewat lomba gender berpasangan, puisi, dan paduan suara. Keberhasilan paduan suara “Gita Harmoni Spenda” dari Spenda mengukir prestasi juara 1 di ajang ini menjadi bukti konsistensi sekolah dalam mempertahankan tradisi juara di kompetisi seni paduan suara.
Pembina paduan suara SMPN 10 Denpasar, I Gusti Ayu Mariani, mengungkapkan bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras dan latihan intensif. Tim paduan suara telah menjalani 25 kali latihan rutin untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi bergengsi ini. ‘’Anak-anak memang memiliki bakat alami di bidang paduan suara. Kami sebagai pembina hanya membantu mengarahkan mereka agar bisa tampil maksimal di panggung,’’ ujar I Gusti Ayu Mariani.
Sementara di Porjar, kontingen SMPN 10 Denpasar berada di ranking 8 dengan mengoleksi 16 medali emas, 15 perak, dan 33 perunggu. Medali emas terbanyak diraih dari cabor renang dengan mengoleksi 5 medali emas. Di susul atletik 4 emas, tarung derajat 3 emas, tenis meja 2 emas, dan masing-masing 1 emas di cabor kabaddi dan yongmoodo.
Prestasi ini disambut meriah para guru pendamping dan pengurus OSIS SMPN 10 Denpasar yang turut menghadiri acara penutupan Porsenijar Kota Denpasar 2025. Sumiara menyebutkan, prestasi ini merupakan kado terindah untuk Spenda, dan menjadi kebanggaan serta kemenangan bersama keluarga besar Spenda.
Keberhasilan ini, sebut Sumiara berkat polesan pembina yang benar-benar punya obsesi besar mengantarkan anak-anak meraih juara. Karenanya ia bersyukur atas perjuangan atlet dan seniman Spenda yang luar biasa penuh talenta, penuh semangat, penuh dedikasi dan penuh sportivitas tinggi meraih juara.
Sumiara mengatakan, prestasi non akademik yang diraih Spenda sekaligus membuktikan sukses sekolah menyeimbangkan otak kanan dan kiri siswa. Ia mengatakan, kiat sekolah memajukan prestasi siswa dengan melibatkan pembina dari luar, kendati harus membayar mahal. Atlet dan seniman Spenda dibina lewat ekstrakurikuler. Mereka dilatih intensif di sekolah dan di klub diawasi guru-pembina dan pengurus OSIS.
Karenanya, ia menyebut prestasi ini berkat dukungan OSIS, pembina dan orang tua siswa. Ini yang ia sebut kerja sama yang baik untuk membangun prestasi sekolah dengan konsep sagilik-saguluk salunglung sabayantaka, paras-paros sarpanaya, saling asah, asih, asuh dan dilandasi spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang artinya bersatu-padu, saling menghargai pendapat orang lain, dan saling mengingatkan, saling menyayangi, saling tolong-menolong, serta menyama braya. tra
























