DENPASAR – SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar sejak lama dikenal unggul dalam akademik dan nonakademik. SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar juga sekolah swasta tertua di Bali yang menjadi pilihan pertama warga jika tak mampu menembus negeri.
Tahun ini, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar memperoleh lima kelas siswa baru. Membanggakan, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, terpilih menjadi salah satu sekolah percontohan Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Seksualitas di Bali.
Kepala SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, Drs. I Nyoman Sumerta, Rabu (20/7/2022), menjelaskan sejak tahun 2017, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar telah memberikan satu paket pendidikan kesehatan reproduksi kepada siswanya secara komprehensif. Pihak sekolah menyediakan jam khusus bagi guru tiap hari Sabtu, untuk menyampaikan materi yang terdapat pada modul “Semangat Dunia Remaja” atau Setara.
Modul yang disiapkan oleh PKBI dan Rutgers ini disampaikan di kelas VII dan VIII. “Awalnya kami sedikit ragu dan canggung, bagaimana menyampaikan materi ini kepada siswa karena menyangkut isu-isu yang sensitif. Akan tetapi setelah mendapat pelatihan dari PKBI mengenai bagaimana menyampaikan materi ini secara interaktif, ternyata kekhawatiran saya hilang,’’ ungkap Sumerta.
Tak hanya menjadi sekolah percontohan, tahun ini salah satu gurunya I Gusti Agung Ayu Bintang Lestari, M.Pd., mewakili Bali mengikuti pelatihan akhir di Solo, Jawa Tengah, untuk penjaringan guru inti. Sumerta menyebutkan, materi pendidikan kespro dan seksualitas di kelas VII ditekankan pada pengenalan organ reproduksi, pubertas, menjalin relasi sampai mengambil keputusan. Di kelas VIII lebih pada pencegahan perundungan, penyalahgunaan narkoba sampai pacaran sehat.
‘’Guru dalam penyampaian di kelas memberi gambaran utuh sebab dan akibatnya. Dengan demikian harapan kita, dari sisi pendidikan para pelajar tidak tabu lagi berbicara soal kespro dan dari sisi remaja, mendorong anak-anak terbuka pada orang tua,’’ ujarnya, sembari mengatakan, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar ingin menjadikan pendidikan kespro dan seksual serta Setara menjadi kekhasan SMP (SLUB) Sarawasti 1 Denpasar dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka.
Sementara itu, sejak tahun 2009, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar memiliki dua jenis kelompok belajar yaitu kelas regular dan kelas bilingual mandiri. Kelas bilingual dibentuk melalui tes penempatan secara tertulis maupun wawancara.
Sumerta didampingi Waka Kurikulum, Pande Putu Sekar Ariwidiantari, S.Si.; Waka Kesiswaan, IB Gede Adnyana, S.Pd.; Waka Sarpras, Made Mahayoga Sapanca, S.Sn., dan Waka Humas, Putu Sri Rahayu Kasumawati, ST., menjelaskan, keutamaan kelas bilingual yakni pengalaman belajar yang berbeda dari kelas reguler. Di kelas bilingual siswa memperoleh muatan pelajaran matematika, IPA, dan bahasa Inggris yang diajarkan oleh guru luar dengan pengantar bahasa Inggris.
Tahun ini, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar bekerjasama dengan Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar pada bulan Agustus mendatang akan menghadirkan guru tamu dari Bansomdejchaopraya Rajabhat University Thailand, kerjasama SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar dengan FKP Unmas. Dosen dari Thailand tersebut akan mengajar di kelas bilingual untuk empat empat mata pelajaran yakni matematika, IPA, bahasa Inggris dan IPS selama delapan kali pertemuan. Mengawali tahun pelajaran baru ini, empat siswa SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar juga menorehkan prestasi bergengsi meraih juara 1 dan juara 2 lomba Tutor Sebaya tingkat SMP se-Bali yang diselenggarakan oleh UKM KSR-PMI Ganesa Dharma Universitas Mahasaraswati. Prestasi juara 1 diraih oleh IGA Sabrina Aulia Putri dan IGA Dika Karmana Putra, sedangkan prestasi juara 2 dipersembahkan oleh Meega Indiyani dan Ni Nyoman Dinda Sutriningsih. Prestasi ini berkat polesan pembina KSPAN, I Gusti Ayu Sekarini, S.Pd. tra
























