SMP di Denpasar Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

  • Whatsapp
WALI Kota IGN Jaya Negara memberi apresiasi karya inovatisi siswa SMPN 3 Denpasar berupa Chamber Back to Nature dan termometer otomatis yang dihubungkan langsung dengan penyanitasi tangan uap tanpa menyetuh hanya menggunakan sensor. Foto: tra
WALI Kota IGN Jaya Negara memberi apresiasi karya inovatisi siswa SMPN 3 Denpasar berupa Chamber Back to Nature dan termometer otomatis yang dihubungkan langsung dengan penyanitasi tangan uap tanpa menyetuh hanya menggunakan sensor. Foto: tra

DENPASAR – SMP di Kota Denpasar sudah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Adapun kesiapan untuk melakukan PTM ini mulai dari sarana prasarana penunjang protokol kesehatan, hingga vaksinasi Covid-19. Termasuk dari sisi vaksinasi para remaja usia 12-17 tahun, tenaga pendidik hingga pegawai di sekolah dipastikan sudah melakukan vaksinasi Covid-19.

‘’Kita tinggal menunggu arahan dari pusat terkait pelaksanaan PTM ini. Apabila pusat dan Pemkot Denpasar dalam hal ini Disdikpora Kota Denpasar mengizinkan, kami yakin sekolah (SMP) di Denpasar sudah siap menggelar uji coba PTM terbatas,’’ ujar Ketua MKKS SMP Kota Denpasar, I Wayan Murdana, Senin (30/8/2021).

Bacaan Lainnya

Murdana yang juga Kepala SMPN 3 Denpasar ini menambahkan, di SMPN 3 Denpasar sejak awal sudah menyiapkan skema sekolah tatap muka dengan prokes ketat. Sekolah ini sudah menyiapkan praktik simulasi sekolah atau pembelajaran tatap muka untuk siswa yang diharapkan bisa digunakan saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang sesungguhnya.

‘’Sesuai aturan, kami sudah membuat pedoman pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara administrasi. Kami sudah siapkan SOP pembelajaran tatap muka dengan prokes ketat, termasuk penjemputan siswa juga disiapkan titik tertentu untuk menghindari kerumunan,’’ terang Murdana.

Baca juga :  Viral “Kesepekang” Akibat Nunggak Kredit di LPD Peselatan, MDA Kecamatan Abang Turun Minta Penjelasan

Untuk pelaksanaannya, tegas Murdana, tentu harus dapat izin dulu dari pemerintah kota melalui Disdikpora. Kedua, kesiapan sekolah seperti soal fasilitas dan sarana pendukung. Vaksinasi siswa, guru dan pegawai. ‘’Terakhir, harus dapat izin dari orang tua. Ini tidak boleh tidak,’’ lugasnya.

Ketua Komite SMPN 3 Denpasar, I Nyoman Badra, mendukung kebijakan sekolah bahwa orang tua siswa mendukung PTM dengan menerapkan prokes secara ketat. Bahkan ia mengatakan, pendidikan dan tenaga kependidikan SMPN 3 Denpasar sudah tuntas melaksanakan vaksinasi 100 persen.

Kabid Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengatakan, untuk kesiapan, SMP di Denpasar semua sudah siap. Untuk guru sudah divaksin semua, sementara untuk siswa masih sedang berjalan untuk dosis kedua.

Ia mengatakan, meskipun dari pusat ada instruksi untuk melakukan pembelajaran tatap muka, namun pihaknya tak serta merta langsung menggelar PTM. Akan tetapi akan dilakukan uji coba terlebih dahulu yang kemudian dibarengi dengan evaluasi.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengungkapkan, Pemkot Denpasar siap melaksanakan sekolah tatap muka setelah ada arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.  Kesiapan sekolah tatap muka itu dimulai dari sisi vaksinasi para remaja usia 12-17 tahun. Selain para siswa, tenaga pendidik hingga pegawai di sekolah dapat dipastikan sudah melakukan vaksinasi Covid-19.

”Capaian vaksinasi tahap pertama bagi remaja usia 12–17 tahun sudah mencapai 104 persen, sedangkan vaksinasi kedua sekitar 96 persen dan ini yang akan dikejar. Simulasi dan kesiapan sekolah sudah, jadi kami siap melaksanakan pendidikan tatap muka,” kata Wali Kota Jaya Negara seperti dilansir dari Antara di Sanur, Denpasar.

Baca juga :  Keluar dari Kapal, Truk Terguling

Wali Kota mengatakan, dari 67 ribu siswa sasaran, vaksin pertama sudah tercapai 70 ribu atau sekitar 104 persen. Sedangkan vaksin kedua sebesar 63 ribu atau sekitar 96 persen. Selanjutnya, 4 persen tersisa akan dikejar agar mampu mencapai 100 persen.

”Kami juga sudah sering simulasi ke sekolah. Sekolah ya sudah siap. Maka kami di Denpasar sudah siap melaksanakan pendidikan tatap muka,” papar Wali Kota.

Apabila sudah menerima arahan untuk pembelajaran tatap muka dari pemerintah pusat, lanjut dia, akan dicoba sekolah tatap muka dengan 50 persen dari jumlah siswa di masing-masing sekolah. Dia berharap agar sekolah tatap muka bisa dibuka dari jenjang SMP, dengan usia 12 tahun ke atas.

”Harapan kita yang dibuka itu kan jenjang SMP ya usia 12 tahun ke atas. Kalau masih SD kan belum vaksin, jadi 12 tahun ke atas dan SMP jadi prioritas,” terang Jaya Negara memungkasi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.