DENPASAR – SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata kini semakin maju dan berkualitas. Masyarakat mengejar dua sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala ini karena selain biaya pendidikan terjangkau, mutu lulusan dua sekolah ini juga dijamin sukses merebut pasar kerja.
Sejak dibuka pendaftaran calon siswa baru tahun pelajaran 2020/2021 untuk gelombang pertama dan kedua sudah seratusan calon siswa baru mendaftar ulang. Kepala SMK Bali Dewata, Ni Ketut Sutarsih, SE., dan Kepala SMK Kesehatan Bali Dewata, Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep., mengatakan, SMK Bali Dewata tahun ini mencari 400 siswa baru untuk program keahlian Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga, Multimedia, Teknik Komputer Jaringan, dan Akuntansi. Sementara SMK Kesehatan Bali Dewata akan menerima 200 siswa baru untuk program keahlian Keperawatan dan Farmasi. ‘’Pendaftaran sewaktu-waktu akan kami tutuo jika kuota sudah terpenuhi,’’ ungkap Ni Ketut Sutarsih, dan Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, Senin (25/5).
Calon siswa baru bisa daftar daring maupun datang langsung ke sekolah sekaligus melihat fasilitas sekolah. Daftar daring lewat website; www.smkbalidewata.sch.id dan www.smkkesehatanbalidewata.sch.id serta bisa mengecek di sosial media dua sekolah ini lewat IG @smkkesehatanbali dan @smkbalidewatadps. Siswa baru cukup mengisi form pendaftaran dan tidak dipungut biaya pendaftaran.
‘’Calon siswa baru juga tidak dipungut uang gedung dan gratis SPP untuk bulan Juli 2020. Kami juga menyiapkan asrama bagi siswa. Khusus untuk siswa baru gratis biaya asrama selama setahun. Untuk SPP tahun ini tak ada kenaikan. Untuk SMK Bali Dewata tetap dikenakan Rp250 ribu/bulan, sementara SMK Kesehatan Bali Dewata Rp375 ribu/bulan,’’ papar Ni Ketut Sutarsih, dan Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami.
Soal fasilitas dua sekolah yang berlokasi Jalan Ahmad Yani Utara, Peguyangan, Denpasar Utara ini sangat lengkap dengan gedung lantai 4, laboratorium lengkap, lahan parkir luas, free wifi, dan didukung SDM guru muda profesional dengan mengedepankan PBM yang inovatif, kreatif dan menyenangkan. Dua sekolah ini juga menjalin kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam penyaluran tenaga kerja. Tahun lalu sudah diberangkatkan tiga orang lulusan, sedangkan tahun ini akan diberangkat 10 orang tapi sementara ditunda kerana Covid-19.
Bagi siswa yang berprestasi, dua sekolah ini memberi apresiasi berupa gratis SPP. Bagi juara I kelas bebas SPP 3 bulan, untuk peraih juara perlombaan di tingkat provinsi juara I diberi bebas SPP 4 bulan, di tingkat kota/kabupaten diberi hadiah bebas SPP 3 bulan.
Tahun ini SMK Bali Dewata melulusan 186 siswa, sedangkan SMK Kesehatan Bali Dewata 108 siswa. Lulusan SMK Bali Dewata banyak mengisi sektor perbankkan dan IT. Sementara lulusan SMK Kesehatan Bali Dewata banyak diterima kerja di apotek.
Untuk yang studi lanjut, tahun ini satu orang Lulusan SMK Kesehatan Bali Dewata tahun ini lolos SNMPTN jurusan Farmasi Unud atas nama Armida Asya Fahrani. Sementara SMK Bali Dewata tahun ini meloloskan tiga lulusan meraih bangku PTN masing-masing lewat SMBJM atas nama I Kadek Bayu Satria Wibawa di Jurusan Akuntasi Undiksha, lolos SNMPTN di PNB atas nama Ni Komang Sutirtaningsih di Jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata, dan I Gusti Ayu Laksmi Bavani Dewi di jurusan administrasi bisnis.
Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, I Wayan Cahyadi Adiguna, SE., mengatakan, terus mensuport SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata untuk tumbuh dan berkembang menjadi sekolah besar dan berkualitas. Ia menyebutkan, biaya pendidikan di SMK Bali Dewata dan SMK Bali Dewata, sangat murah tapi tidak murahan dan tidak dipungut uang gedung alias gratis.
‘’Lulusan kedua sekolah kami sudah siap mental dan kompetensi untuk terjun di dunia kerja dan berwirausaha. Ini sebabnya, lulusan kedua sekolah kami tidak ada yang menganggur,’’ pungkasnya. tra
























