SLB Negeri 1 Gianyar Terapkan PTM Bertahap dan Daring

PENERAPAN prokes secara ketat di SLB Negeri Gianyar. Foto: adi

GIANYAR – Mulai Senin (4/4/2022) sekolah di Bali kembali melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Namun, sebagian sekolah menggelar PTM secara bertahap, salah satunya Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Gianyar. Selain menerapkan PTM secara bertahap, juga melakukan pembelajaran secara daring.

Kepala SLB Negeri Gianyar, I Gede Cakra; didampingi Kehumasan, I Wayan Sumerta Yasa, Senin (4/4/2022) mengatakan, pendidikan di SLB berbeda dengan sekolah untuk orang normal.

Bacaan Lainnya

Di SLB perlu lebih perhatian untuk siswa. Karena itu, kata Cakra, pihaknya tidak bisa menerapkan PTM secara penuh. Untuk awal dia menerapkan PTM bertahap dan juga daring.

“Tahap awal anak SD sekolahnya setiap hari Senin dan Selasa, pukul 8.00-10.00 Wita. SMP Rabu dan Kamis, pukul 08.00-10.30 Wita. Sedangkan yang SMA, pukul 08.00-11.00 wita. Selain itu, siswa melakukan pembelajaran secara daring,” jelasnya.

Begitu juga untuk setiap rumbel, jumlah siswanya dibatasi dan juga jarak duduknya. “Untuk siswa SD, setiap rumbel diisi 5 siswa. Sedangkan untuk SMP dan SMS setiap rumbelnya 8 orang. Prokes sangat kita perhatikan,” tegasnya.

Diungkapkan, karena siswanya berkebutuhan khusus, jumlah siswa sangat dibatasi, agar bisa menggelar proses belajar dengan baik. “Jumlah siswa dibatasi, sehingga pembelajaran bisa dilaksanakan dengan maksimal,” ungkapnya.

Baca juga :  Dinkes Bali: Pasien Tidak Jujur Tingkatkan Penularan Covid-19

Karena jumlah siswa setiap rumbel dibatasi, kata Cakra, pihaknya membutuhkan banyak ruang kelas dan wali kelas. “Untuk tenaga pengajar, saat ini ada 37 guru ASN dan 10 kontrak, sedangkan jumlah rumbel ada 61. Jadi kami masih kekurangan banyak guru,” jelasnya.

Untuk memperlancar proses belajar mengajar, kata Cakra, pihaknya menjalin kerjasama antara wali kelas dan wali murid dengan memanfaatkan WA. Setiap rumbel mempunyai paguyuban dan grup WA. Para wali siswa dengan wali kelas bisa komunikasi lewat grup WA. Permasalahan yang dialami siswa bisa dikomunikasikan lewat grup WA.

Bagi siswa yang proses belajarnya mandeg, maka pihak sekolah akan datang ke rumah siswa. “Kami harapkan jangan sampai ada anak disabilitas nggak sekolah. Mereka semua harus mendapat pendidikan yang layak,” imbuhnya.

Dijelaskan, proses belajar ini akan dievaluasi setelah berjalan sebulan. “Setelah sebulan kami akan lakukan evaluasi. Kalau tidak ada masalah, mungkin akan dilaksanakan PTM penuh, karena para wali banyak yang menginginkan PTM penuh,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.