Siswa Dirumahkan, Orang Tua Diimbau Awasi Anak

  • Whatsapp
Made Gede Wisnu Wijaya. Foto: kadek adiputra
Made Gede Wisnu Wijaya. Foto: kadek adiputra

GIANYAR – Pemkab Gianyar akhirnya memutuskan untuk merumahkan seluruh pelajar dari PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta. Selama proses ini semua komponen khusus orang tua diingatkan untuk mengawasi anak agar tidak keluar rumah. Hal ini dilakukan guna memutus penyebaran Covid-19.

Sekda Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, mengatakan, pihaknya sudah rapat dengan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, terkait memutus penyebaran virus Corona. Akhirnya diputuskan agar para pelajar dirumahkan sampai 30 Maret 2020. “Untuk pelayanan pendidikan baik itu dari jenjang PAUD maupun termasuk pendidikan nonformal, hari ini (kemarin) kita akan edarkan surat terkait merumahkan dulu, para siswa semuanya untuk belajar di rumah,’’ kata Wisnu, Senin (16/3/2020).

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, alasan diambilnya kebijakan ini karena mempertimbangkan anak yang rentan berpotensi sebagai perantara dari Covid-19. Sehingga dilakukan pemutusan siklus selama masa inkubasi 14 hari. “Anak usia dini yang rentan terhadap penyebaran virus dan juga carrier, maka siklus ini berusaha kita potong, minimal sampai dengan tanggal 30 nanti sesuai arahan Gubernur,’’ ujarnya.

Terkait pengawasan, pihaknya sendiri sudah memerintahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, khususnya mengontrol terhadap pelaksanaan pendidikan di rumah. Disamping itu, pihaknya juga mengimbau seluruh komponen, khususnya orang tua untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap anak. “Kita kerjasama dengan orang tua, semua nomor handphone orang tua sudah tercatat di sekolah. Intinya kalau pengawasan anak-anak tidak bisa pada guru saja, harus ikut orang tua mengawasi,’’ ujarnya

Baca juga :  IWPG, Stan Pameran Virtual pada CSW Ke-65, Banyak Permintaan Kerja Sama dari Perempuan di Seluruh Dunia

‘’Kita sudah rumahkan jangan sampai meliarkan anaknya, jadi anak harus di rumah jangan anak diajak  ke mall. Ini untuk kebersamaan karena anak ini berpotensi sebagai pengantar,” imbuhnya mengingatkan. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.