POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan tunggal putra melanjutkan perjuangan di babak perempatfinal (8 besar) Turnamen BWF super 750 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan lawan-lawannya di babak 16 besar, Kamis (28/5/2026).
Bermain di Singapore Indoor Stadium, Fajar/Fikri mengalahkan pasangan Denmark Daniel Lundgaard/Maas Vestergaard dengan dua gim langsung 21-13 dan 21-12. Sementara Alwi secara mengejutkan menyingkirkan unggulan teratas asal China Shi Yu Qi melalui duel tiga gim 21-16, 19-21, 21-14.
Fajar mengungkapkan tidak menggebu-gebu sebagai kunci mereka mengalahkan pasangan yang menjuarai Malaysia Masters pekan lalu itu. “Hari ini kami bermain dengan rencana awal kami, kami bisa menerapkan pola permainan untuk lawan pasangan Denmark ini,” kata Fajar usai laga.
Selanjutnya unggulan ketiga ini bersua ganda Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. ”Saya sudah sering bertemu mereka, baik saat pasangan Rian atau dengan Fikri. Mereka pemain yang berpengalaman, mereka tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Kami akan mempelajari lagi setiap permainan mereka bersama pelatih dan video analis,” kata Fajar.
Ganda putra unggulan Indonesia ini mengatakan tidak ingin berekspektasi tinggi dan lebih fokus ke pertandingan. “Tekanan selalu ada buat kami tapi kami harus mengubah mindset-nya dengan menjadikan ini motivasi, jadi besok harus lebih siap lagi, lawan siapa pun hadapi saja,” kata Fikri, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Sebre Kandas
Sayangnya, sukses Fajar/Fikri dan Alwi Farhan, gagal diikuti ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani setelah dipaksa harus mengakui ketangguhan ganda Malaysia Kang Khai Xing/Aaron Tai dengan dua gim langsung 19-21, 17-21. “Di awal gim pertama, kami sempat dapat pola permainan yang tepat, tapi di akhir-akhir kami sedikit hilang fokus,” ujar Reza..
Sabar menimpali, lawannya itu jauh lebih matang dari pertemuannya tahun lalu. “Dua-duanya punya pukulan yang bagus dan tadi kami juga di poin-poin akhir banyak melakukan kesalahan sendiri, jadinya momentumnya balik ke mereka,” kata Sabar.
Kekalahan ini membuat Sabre, julukan pasangan Indonesia ini, mengalihkan fokus ke Indonesia Open pekan depan. Sabar berharap dalam turnamen Super 1000 itu dia tampil maksimal dan jauh lebih baik ketimbang saat dalam Singapura Open.
“Tahun lalu kami bisa final, semoga itu tidak menjadikan beban buat kami tapi jadi motivasi untuk melewati setiap babak dengan baik,” pungkas Sabar. yes























