Sidak Masker di Ubung Kaja, Tim Yustisi Kembali Jaring 17 Orang

  • Whatsapp
OPERASI penertiban penegakan hukum prokes di Jl. Cokroaminoto, Ubung Kaja, Denpasar, Senin (16/11/2020). Foto: ist
OPERASI penertiban penegakan hukum prokes di Jl. Cokroaminoto, Ubung Kaja, Denpasar, Senin (16/11/2020). Foto: ist

DENPASAR – Sebanyak 17 orang kembali ditemukan melakukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada Senin (16/11/2020). Mereka terjaring saat Tim Gabungan Yustisi Kota Denpasar menggelar operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum prokes di Desa Ubung Kaja, tempatnya Simpang Jl. Cokroaminoto – Jl. Gunung Galunggung.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali No. 46 Tahun 2020, sebanyak 12 orang yang melanggar prokes didenda di tempat karena tidak memakai masker dan 5 orang lagi diberikan pembinaan karena memakai masker kurang sempurna. “Sesuai dengan peraturan, yang tidak menggunakan masker dalam sidak ini langsung didenda di tempat sebesar Rp100 ribu,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, dia menjelaskan Tim Yustisi Kota Denpasar berkewajiban melakukan pembinaan, sosialisasi, dan edukasi untuk dapat menggugah atau mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat agar mematuhi prokes serta perilaku hidup bersih dan sehat. “Jika hal ini tidak ditaati tentu diambil langkah tegas. Dengan demikian, maka semua masyarakat semakin sadar dan menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Dewa Sayoga kembali menekankan bahwa dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 dibutuhkan partisipasi atau kesadaran seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes. Dengan adanya partisipasi masyarakat, maka pelanggaran tidak akan ada lagi, sehingga penularan Covid-19 pun bisa dihentikan. 026

Baca juga :  Sah! Suyasa Definitif Nakhodai Golkar Badung Lewat Aklamasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.