Tahap Pemberkasan Bantuan Stimulus Pariwisata Kota Denpasar Diperpanjang, Ini Alasannya

  • Whatsapp
KADIS Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani. Foto: ist
KADIS Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani. Foto: ist

DENPASAR – Bantuan stimulus pariwisata berupa dana hibah pariwisata tahun 2020 yang digelontorkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI masih berproses. Khusus di Kota Denpasar, sebagai upaya untuk memaksimalkan realisasi dan serapan bantuan stimulus pariwisata, dilakukan perpanjangan waktu masa pengumpulan berkas. Masa pemberkasan yang dijadwalkan pada 10-12 November diperpanjang menjadi 16-18 November 2020.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani, Senin (16/11/2020), menjelaskan realisasi hibah pariwisata tahun 2020 yang digelontorkan Kemenparekraf RI merupakan sebuah upaya untuk membantu pemerintah daerah serta industri hotel dan restoran yang mengalami gangguan finansial akibat pandemi Covid-19. Adanya bantuan ini diharapkan sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian di Bali dapat tumbuh dan berkembang serta bangkit kembali di tengah pandemi ini.

Bacaan Lainnya

Terdapat empat kriteria yang wajib dipenuhi untuk mendapatkan hibah pariwisata ini. Yakni hotel dan restoran sesuai database wajib pajak hotel dan restoran tahun 2019, hotel dan restoran yang masih berdiri dan masih beroperasi hingga pelaksanaan hibah pariwisata pada bulan Agustus 2020, hotel dan restoran yang memiliki perizinan berusaha yaitu TDUP yang masih berlaku, serta hotel dan restoran yang membayarkan dan memiliki bukti pembayaran PHR pada tahun 2019.

Baca juga :  Pemkab Buleleng Tambah Rp3 Miliar untuk Penanganan Bencana Alam

Dezire mengatakan hingga saat ini sebanyak 372 pelaku industri pariwisata telah melengkapi persyaratan dan dalam tahap verifikasi. Bagi yang belum melengkapi sedianya akan ditunggu sampai batas waktu terakhir yakni pada 18 November. “Perpanjangan masa pemberkasan ini dimaksudkan untuk memaksimalkan realisasi dan serapan bantuan hibah pariwisata tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan oleh pelaku industri pariwisata,” katanya.

Untuk itu, dia meminta bagi pelaku usaha industri pariwisata yang memenuhi syarat untuk segera melengkapi dokumen persyaratan dimaksud. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung maksimalnya realisasi dan serapan hibah di masyarakat. “Untuk hotel dan restoran yang sampai saat ini belum mengumpulkan dokumen yang dimiliki sesuai kriteria sesuai penerimaan hibah diharapkan segera menyampaikan kepada Dinas Pariwisata Kota Denpasar, serta bagi pelaku industri yang belum memiliki TDUP, NIB agar segera melaksanakan pengurusan di DPMPTSP Kota Denpasar,” ujarnya.

Dezire Mulyani mengharapkan semoga pandemi Covid-19 dapat segera teratasi sehingga geliat pariwisata dapat tumbuh kembali dan perekonomian Bali khususnya Kota Denpasar normal kembali. 026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.