POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta, kembali menggelar kampanye di Kabupaten Karangasem, Rabu (2/10/2024).
Kali ini paslon Koster Giri berkampanye di Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen; Desa Sebudi, Kecamatan Selat; dan Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Dalam kampanye ini, Koster-Giri didampingi paslon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, I Gede Dana-Nengah Swadi.
Dalam kampanye bersama di Banjar Dinas/Desa Talibeng, Sidemen, Koster menyampaikan sejumlah capaian selama masa kepemimpinan sebagai Gubernur pada periode pertama 2018-2023.
Dia menegaskan memperkuat budaya dan adat Bali dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan, yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. “Pada periode pertama lalu, kebijakan menguatkan budaya dan adat melalui penggunaan pakaian adat,” terangnya.
Koster juga menguraikan, pembangunan ke depan Kabupaten Karangasem menjadi prioritas utama dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali. Dengan demikian, pembangunan Bali bisa merata untuk menunjang pariwisata. “Kalau urusan infrastruktur itu bagiannya Pak Wakil Gubernur,” jaminnya.
Hal serupa juga diutarakan saat Koster kampanye di Banjar Dinas Sebudi, Desa Sebudi, Selat. Koster menyampaikan bakal tetap peduli untuk memperkuat produk-produk lokal Bali, sehingga ekonomi kerakyatan bisa tumbuh dengan baik. “Karangasem memiliki anugerah alam yang luar bisa. Songket, endek, salak, arak merupakan produk lokal Karangasem,” jelasnya.
Calon Wakil Gubernur Giri Prasta menambahkan, terkait ketersediaan mobil yang bakal dipakai antar-jemput pasien (AJP), tahun 2025 ini dia siap memberi bantuan pembelian mobil sebanyak 30 unit.
Jadi, kekurangan mobil AJP bisa teratasi. Begitu juga infrastruktur jalan, dia tidak bakal tinggal diam. ”Intinya menangkan Koster-Giri dan Dana-Swadi, maka kami tidak akan tinggal diam begitu saja,” jaminnya.
Calon Bupati Karangasem, I Gede Dana, menimpali, pariwisata di wilayah Sidemen sedang mulai berkembang. Bahkan alam Sidemen seperti halnya Ubud di Gianyar. Namun, masih ada kendala terkait akses infrastruktur karena jalur utama cukup padat.
“Kami berharap infrastruktur yang bisa mempercepat akses pariwisata antara Sidemen di Barat dan Sidemen di timur. Sebenarnya sudah cukup banyak diselesaikan, tapi banyak juga yang belum terselesaikan,” pintanya.
Dana membeberkan, aspirasi masyarakat Kecamatan Selat adalah masih banyaknya jalan-jalan yang rusak. Dana minta infrastruktur jalan yang ada di Kecamatan Selat agar dibantu dari BKK Kabupaten Badung maupun Provinsi Bali. Selain itu, dia akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat untuk pendirian SMK Negeri di Muncan.
“Program kesehatan yakni dengan menambah mobil AJP yang selama ini masih kurang, begitu juga infrastruktur jalan di kecamatan serta menyempurnakan program yang masih kurang sebagai aspirasi masyarakat,” lugasnya memungkasi. nad























