Siap-siap! Puncak Musim Kemarau, 34 Desa di Karangasem Berpotensi Kekeringan

KALAKSA BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa. Foto: ist
KALAKSA BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Memasuki puncak musim kemarau, sebanyak 34 desa di Kabupaten Karangasem berpotensi mengalami kekeringan. Kondisi itu diprediksi menyebabkan sebagian besar masyarakat di desa tersebut kesulitan mendapat air bersih, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan, 34 desa yang berpotensi mengalami kekeringan saat memasuki puncak musim kemarau tersebar di tujuh kecamatan. Hanya Kecamatan Sidemen yang tidak ada satu pun desa berpotensi mengalami kekeringan.

Read More

“Tapi belum tentu 34 desa yang berpotensi mengalami kekeringan ini, benar-benar kesulitan mendapat air bersih. Mungkin hanya ada beberapa wilayah saja yang butuh bantuan untuk disuplai air bersih nanti,” kata Arimbawa, Minggu (27/8/2023).

Dia menguraikan, ada program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dari pemerintah pusat, sehingga beberapa wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat ini sudah mulai berkurang. Selain itu, air PDAM juga saat ini mulai menjangkau wilayah perdesaan yang sebelumnya kesulitan mendapat air bersih.

“Contoh Desa Ban, dari 15 dusun yang sebelumnya setiap musim kemarau kesulitan mendapat air bersih, kini mungkin hanya tinggal sebagian yang kesulitan dapat air bersih saat musim kemarau. Artinya ada pengurangan, begitu pun dengan desa-desa yang lain,” paparnya.

Arimbawa membeberkan, dari 34 desa yang berpotensi mengalami kekeringan, yang paling banyak berada di Kecamatan Kubu, hampir seluruh wilayahnya berpotensi. Selain itu ada wilayah Kecamatan Abang dan Karangasem, yang memang setiap tahun ada saja desa yang minta untuk didistribusikan air bersih.

“Untuk tahun ini baru ada dua desa yang minta untuk didistribusikan air bersih, yaitu Desa Ban dan Seraya Timur. Desa Seraya Timur minta ke PMI Karangasem, tapi tidak masalah karena kami sama-sama berbuat untuk kemanusiaan. Yang penting masyarakat bisa terlayani air bersih,” terangnya.

Arimbawa berjanji akan terus berbuat terbaik untuk melayani masyarakat, terutama yang mengalami kekurangan air bersih di musim kemarau ini. Jika ada permintaan dari desa untuk pendistribusian air bersih, akan segera ditindaklanjuti karena air merupakan kebutuhan utama masyarakat. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.