Sepekan Nihil, Pencarian Warga Terseret Ombak Dihentikan

  • Whatsapp
OMBAK di pantai sepanjang Gianyar sangat besar. Tim gabungan dari Satpolair Polres Gianyar, Basarnas Denpasar, dan BPBD Gianyar menghentikan pencarian I Made Sadra, warga Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar yang terseret saat mandi di Pantai Pering. Foto: adi
OMBAK di pantai sepanjang Gianyar sangat besar. Tim gabungan dari Satpolair Polres Gianyar, Basarnas Denpasar, dan BPBD Gianyar menghentikan pencarian I Made Sadra, warga Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar yang terseret saat mandi di Pantai Pering. Foto: adi

GIANYAR – Tim gabungan dari Satpolair Polres Gianyar, Basarnas Denpasar, dan BPBD Gianyar menghentikan pencarian I Made Sadra, warga Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar yang terseret saat mandi di Pantai Pering. Penghentian telah dilakukan per 17 Agustus 2021, karena hingga saat ini tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba, Rabu (18/8/2021) mengatakan, berdasarkan regulasi, proses pencarian korban hanya bisa dilakukan selama tujuh hari. Karena pada hari ketujuh tidak juga ditemukan, sehingga pencarian pun dihentikan. “Kemarin tim gabungan sudah menarik diri dari Pantai Pering,” ujarnya. 

Bacaan Lainnya

Dia menguraikan, proses pencarian korban selama ini dilakukan mulai dari pantai di kawasan barat Kabupaten Gianyar hingga ke pantai paling timur, yakni dari Pantai Lembeng hingga ke Pantai Siyut. “Pencarian dilakukan dengan menyisiri pantai, berharap korban terdampar di pesisir. Dan, ada juga petugas yang menyusuri laut menggunakan rubber boat, terdapat juga tim penyelam, tapi tetap tidak ditemukan,” ungkapnya. 

Sejauh ini dia mengaku tidak bisa menduga saat ini korban berada di posisi mana. Sebab, pantai-pantai di Kabupaten Gianyar berada di laut selatan, yang kondisinya sangat luas dan ombak yang relatif tinggi dan ganas. Suamba juga mendaku penghentian pencarian ini disampaikan ke pihak keluarga korban.

Baca juga :  Bantuan Wastafel Portable Bakal Diserahkan ke Sejumlah Pura dan Sekolah

“Sudah kami sampaikan ke pihak keluarga. Seandainya ada tanda-tanda keberadaan korban, saat itu kami akan kembali turun. Namun, keberadaan yang dimaksudkan ini adalah informasi berupa fisik,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.