Selama Belajar di Rumah, Guru Tidak Pindahkan Beban Mengajar Kepada Orang Tua

KADISDIKPORA Kota Denpasar, AA Gede Wiratama. Foto: tra
KADISDIKPORA Kota Denpasar, AA Gede Wiratama. Foto: tra

DENPASAR – Dalam langkah melindungi masyarakat dari penyebaran virus Corona atau Covid-19 varian Omicron, pemerintah menginstruksikan pada satuan pendidikan agar proses pembelajaran dilakukan di rumah peserta didik masing-masing secara daring. Instruksi itu berlaku sejak 4 Februari 2022.

Selama proses belajar daring, Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, menegaskan, guru tidak memindahkan beban mengajar kepada orang tua siswa. “Kami memahami orang tua di rumah banyak yang tidak memiliki background mengajar secara akademis tentunya kami menyiapkan strategi yang tidak membebani orang tua,” jelasnya, Minggu (6/2/2022)

Read More

Namun, orang tua memiliki fungsi menemani anak-anak belajar di rumah. Orang tua yang menggantikan peran guru sebagai pendamping. Yakni sebagai pendamping dalam membentuk karakter anak.  “Misalnya saat ujian, orang tua harus bisa menjadi pendamping karakter anak, misalnya terkait kejujuran anak dalam mengerjakan soal ujian,” terangnya.

Wiratama juga mengingatkan kepala satuan pendidikan di bawah naungan Disdikpora Kota Denpasar untuk melaporkan setiap hari jika ada tambahan siswa, guru, dan tenaga kependidikan di sekolah yang positif Covid-19. Pihaknya juga mengimbau kepada para guru memperhatikan perangkat – perangkat yang harus disiapkan selama pembelajaran secara daring.

“Para guru juga harus siap, apa yang harus disiapkan, bagaimana proses pembelajarannya, dengan begitu anak-anak tidak ketinggalan dalam pembelajaran,” ujarnya mengingatkan.

Selain itu, dalam pembelajaran daring ini, Wiratama berharap adanya dukungan dan kerjasama dari semua dari pihak. “Urusan pendidikan ini urusan semua sektor bersama, karena ini bagian penting dari pendidikan. Dua tahun ini Covid-19 ini menjadi pembelajaran,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya jangan sampai sekolah berlakukan daring guna menghindari kerumunan. Sebaliknya anak-anak malah nongkrong di angkringan dan lainnya. “Semua harus punya komitmen menjaga prokes. Tugas kami selalu mengakomodir para guru tetap menjaga kesehatan dan prokes,” ujarnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.