Sampah Kiriman di Pesisir Barat Badung Diperkirakan Akan Berakhir April 2021

  • Whatsapp
PETUGAS DLHK Badung saat mengevakuasi sampah kiriman yang dititipkan di STO Pantai Kuta. Foto: ist
PETUGAS DLHK Badung saat mengevakuasi sampah kiriman yang dititipkan di STO Pantai Kuta. Foto: ist

MANGUPURA – Sejak beberapa hari terakhir, sampah kiriman tidak ada menepi di pesisir barat Kabupaten Badung, Bali. Kondisi ini membuat Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, bisa berkonsentrasi untuk mengangkut sampah kiriman yang dititipkan sementara di STO (Stop Over) di dekat lokasi pantai.

‘’Hari ini memang tidak ada sampah kiriman yang terlihat menepi, jadi hari ini  kita angkut sampah kemarin-kemarin yang dititipkan di STO,’’ terang Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut (Desalut), DLHK Badung, Made Gede Dwipayana, Selasa (16/2/2021).

Bacaan Lainnya

Dia mengutarakan, saat sampah kiriman menepi jumlah cenderung fluktuatif. Rata-rata sampah kiriman per hari yang diangkut petugas di seluruh pesisir barat berkisar 50-75 truk atau 100-150 ton. Sampah itu kemudian dikumpulkan di STO dan diangkut secara bertahap dan bergiliran ke TPA Suwung.

‘’Hari ini kita angkut 75 truk sampah yang ada di STO Pantai Kuta, besok kita angkut di STO Pantai Legian dan Pantai Camplung Tanduk Seminyak. Di Jimbaran juga telah kita angkut, Kedonganan akan menyusul,’’ ungkapnya.

Kondisi sampah kiriman tersebut, tegas dia, tidaklah terpengaruh dengan kondisi cuaca, melainkan musim angin barat yang membawa sampah kiriman itu menepi ke pesisir. Sampah kiriman itu diperkirakannya akan berakhir pada April 2021, seperti musim sampah pada tahun sebelumnya.

Baca juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila, Relawan Jaya Wibawa-Jaya Wibawa Foundation Gelar Aksi Bersih Pantai Biaung

‘’Jadi kita masih tetap standby sampai bulan April di pesisir barat, sebab kondisi sampah juga masih mengambang di tengah laut. Kemungkinan musim sampah kiriman ini akan berakhir pada bulan April, atau pada sasih kedasa,’’ jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Iman Fatchurochman, menerangkan, selama beberapa hari terakhir cuaca di Bali pada umumnya cerah berawan.

Namun masih ada hujan dengan intensitas ringan sampai sedang yang terjadi di beberapa wilayah Bali secara tidak merata, khususnya di wilayah Bali bagian barat, utara, dan timur. ‘’Prospek cuaca tiga hari kedepan juga ada potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Bali,’’  sebutnya.

Kendati intensitas hujan di Bali terlihat mulai menurun beberapa hari terakhir, namun masih ada potensi peningkatan curah hujan kembali ke depannya. Termasuk cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi, mengingat saat ini Bali masih berada dalam masa puncak musim hujan.

Ditambah pengaruh angin Monsun Asia yang membawa uap air, kondisi ENSO pada indeks Lanina, kelembaban udara yang tinggi, serta suhu muka laut yang masih cukup hangat.

‘’Hal tersebut menambah peluang terjadinya hujan ringan hingga lebat di wilayah Bali. Jika akumulasi awan-awan konvektif yang diakibatkan oleh faktor-faktor tersebut kemudian membentuk awan CB (Cumulonimbus), maka dapat menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang,’’ paparnya.

Baca juga :  Pendidikan Anak Usia Dini Jangan Terhenti karena Corona

Pada puncak musim hujan tahun ini juga menjadi atensi dari PLN Unit Pelayanan Kuta. Beberapa utilitas mereka sempat mengalami kerusakan tertimpa pohon akibat pengaruh cuaca ekstrem. Karena itulah secara periodik PLN melakukan penyisiran terhadap pohon-pohon besar yang memiliki jarak relatif dekat dengan utilitas PLN. Adapun jarak aman antara pohon dengan utilitas PLN minimal 2,5 meter.

‘’Kami juga senantiasa berkomunikasi dan koordinasi dengan DLHK Kabupaten Badung. Sebab kewenangan akan pohon perindang di Badung itu berada di dinas terkait,’’ ujar Manager PLN Pelayanan Kuta, Dody Darmawan.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang memiliki tanaman atau pohon dekat dengan jaringan PLN, agar merelakan pohonnya untuk dipangkas oleh petugas. Selain itu, dia juga meminta agar masyarakat yang hendak melakukan penebangan pohon agar jangan terlalu berdekatan dengan jaringan PLN, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.