BANGLI – Hujan deras yang terjadi Sabtu (10/10/2020) mengakibatkan bencana tanah longsor dan jalan jebol di sejumlah titik di Bangli. Kerusakan jalan di ruas jalan Banjar Tambahan-Tegallalang juga mengakibatkan saluran irigasi tertutup longsor, dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1 miliar untuk perbaikan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, Wayan Lega Suprapta, berkata, untuk verifikasi akhir survei kondisi jalan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022 terakomodir dalam tiga gelombang.
Gelombang pertama untuk bulan Januari sampai Mei masuk tahapan verifikasi data jalan. “Dalam tahapan ini, untuk usulan telah terverifikasi dari Kementerian,” jelasnya, Kamis (10/6/2022).
Gelombang kedua, yakni bulan Mei, diwajibkan usulan yang akan menjadi skala prioritas harus sudah masuk pada aplikasi “Krisna”. Sementara pada gelombang ketiga masuk tahapan verifikasi teknis.
”Di daerah hanya mengajukan usulan, sedangkan yang menentukan ruas jalan mana saja yang didanai, ditentukan pusat berdasarkan hasil survei,” papar birokrat asal Desa Manikliyu, Kecamatan Kintamani ini.
Lebih lanjut diuraikan, usulan yang diajukan untuk 20 ruas jalan pendanaannya lewat DAK regular dan DAK penugasan.
”Mengacu aturan satu jenis DAK mencakup 10 kegiatan, maka dari itu kami usulkan kegiatan untuk 20 ruas jalan. Termasuk jalan penghubung Banjar Tegalalang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli menuju Banjar Tambahan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku. Hujan deras yang terjadi Sabtu (10/10/2020) itu mengakibatkan jalan jebol,” sebutnya.
Pagu anggaran yang didapat, terangnya, senilai Rp1 miliar, yang lelangnya dimenangkan CV Aditya Sari dengan nilai kontrak Rp799 juta, pengerjaan 120 hari kalender dimulai Juni hingga September 2022. Jenis kegiatan pengerjaan jembatan konvensional. gia























