GIANYAR – RSUD Sanjiwani Gianyar mulai kewalahan menangani pasien Covid-19 yang terus meningkat jumlahnya. 86 bed (kasur) untuk pasien isolasi terisi semua, dan dari total pasien Covid-19 bergejala berat, 60 persennya belum divaksin. Selain itu, sebagian besar pasien merupakan klaster rumah tangga, yang diduga akibat penerapan protokol kesehatan di rumah tangga dinilai kurang bagus.
Direktur Utama RSUD Sanjiwani Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa, Minggu (1/8/2021) berujar, “Kami sangat kewalahan, semua bed full (penuh).” Dia mengungkapkan, kondisi itu tidak hanya terjadi di RSUD Sanjiwani saja, tapi hampir di setiap rumah sakit rujukan. Pasien yang dirawat di RSUD Sanjiwani, terangnya, sebagian besar merupakan klaster keluarga. Hal tersebut karena penerapan protokol kesehatan di rumah tangga sangat rendah.
“Dari tracing (pelacakan) yang kami lakukan, kebanyakan dari klaster rumah tangga. Karena di rumah tangga penerapan protokol kesehatan rendah, di rumah tidak ada yang pakai masker,” jelasnya.
Lebih jauh diutarakan, tidak semua pasien menunjukkan gejala berat. Namun, dari 60 persen pasien bergejala berat, salah satunya sampai harus membutuhkan oksigen, adalah mereka yang belum divaksin. Mereka yang sudah divaksin kebanyakan hanya gejala ringan.
Berdasarkan data yang diperoleh, membeludaknya pasien Covid-19 di RSUD Sanjiwani Gianyar terjadi sejak dua pekan belakangan. Pengelola rumah sakit sampai harus terus menambah ruang isolasi. Rabu (28/7/2021) mereka menambah 22 bed lagi, akibat sejumlah pasien Covid-19 harus dirawat di ruang UGD saking terbatasnya bed. Selain kekurangan bed, rumah sakit ini juga kekurangan tenaga kesehatan akibat sejumlah tenaga kesehatan (nakes) setempat terpapar Covid-19. adi
























