RSU Payangan Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

  • Whatsapp
PENANDATANGANAN kerjasama RSU Payangan dengan BPJS Kesehatan. Foto: adi

GIANYAR – Terjalinnya kerjasama RSU Payangan dengan BPJS Kesehatan merupakan upaya memberi pelayanan kesehatan lebih kepada masyarakat Gianyar. Penandatanganan kerjasama dilaksanakan di aula RSU Payangan, Senin (13/12/2021).

Turut hadir Bupati Gianyar, I Made Mahayastra; Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Elly Widiani; Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar, Ngakan Putu Dharma Jati; Kepala Dinas Kesehatan, Ida Komang Upeksa; Kepala BPKAD Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika; Kepala RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra; serta Camat Payangan, I Wayan Widana.

Bacaan Lainnya

Kepala RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra mengatakan, sesuai arahan Bupati Gianyar, RSU Payangan berproses untuk menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Saat ini RSU Payangan sudah mempunyai sarana penunjang cukup lengkap dengan tenaga dokter spesialis sebanyak 16 orang, 20 dokter umum, serta perawat maupun tenaga penunjang lain sebanyak 240 orang.

“Dari segi sarana penunjang ada 100 tempat tidur yang terintegrasi dalam satu bangunan gawat darurat, yang dikonsep Bapak Bupati. Terdiri dari ruangan operasi, ruangan rawat intensif serta ruangan VIP,” ulasnya.

Sesuai arahan Bupati Mahayastra pada dua tahun lalu, RSU Payangan diarahkan membuat terobosan kamar perawatan. Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan mewacanakan kamar rawat KRIS (kamar rawat inap standar) dengan luas minimal 10 m2 per pasien, sedangkan di gedung utara RSU Payangan mempunyai 105 kamar dengan luas 24 m2.

Baca juga :  5.600 Petugas Bandara Ngurah Rai Jalani Vaksinasi Covid-19

Jika benar sistem KRIS ini diterapkan BPJS dan disahkan Kementerian Kesehatan, dia menilai Gianyar memiliki rumah sakit pertama yang menerapkan sistem KRIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Elly Widiani menambahkan, BPJS Kesehatan merupakan badan penjamin kesehatan yang ditunjuk pemerintah pusat untuk mendampingi pemerintah daerah. Dia menyebut program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sukses dilaksanakan di setiap kabupaten.

Di Gianyar, sebutnya, sampai November 2021 ada 79.14 persen penduduk Gianyar menjadi peserta JKN. Mereka terdiri dari beberapa segmen penerima upah seperti ASN, TNI, Polri serta yang paling banyak dari sektor pegawai swasta di bidang pariwisata.

Sayangnya, masa pandemi sekarang segmen pemerima upah di bidang pariwisata menjadi menurun. “Setiap bulan ada saja pengurangan dari perusahaan di Gianyar, yang menyebabkan kepesertaanya menjadi nonaktif,” kata Elly.

Kepesertaan JKN yang paling banyak, jelasnya, ada di wilayah Payangan dan Ubud. Makanya harus ada akses kesehatan dan perlu difasilitasi untuk peserta JKN. “Kami harap masyarakat di daerah Gianyar, khususnya ,Payangan dapat menikmati fasilitas yang ada,” pesannya.

Membacakan sambutan Bupati Gianyar, Ida Komang Upeksa mengatakan, pembangunan bidang kesehatan merupakan salah satu program sebagai upaya memberi pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Gianyar.

Dimulai dengan peningkatan kualitas RS Sanjiwani, baik infrastruktur maupun system, hingga memberi jaminan kesehatan kepada warga secara gratis. Yang paling penting adalah pembangunan RS Payangan yang merupakan rumah sakit tipe C, yang dibangun karena kebutuhan masyarakat dalam mendapat pelayanan dengan cepat dengan akses terdekat, terutama bagi masyarakat Gianyar bagian utara.

Baca juga :  6 Kabupaten/Kota di Bali Masih Zona Merah Covid-19

“Kami berharap kerjasama antara RSU Payangan dengan BPJS Kesehatan dapat berjalan dengan baik, dalam upaya memberi perlindungan terhadap masyarakat,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.