RSU Negara Gencarkan Edukasi Pencegahan Corona Melalui Gerakan 3M

  • Whatsapp
PENGUNJUNG RSU Negara, Jembrana dicek suhu tubuh oleh petugas dan diberikan penyanitasi tangan, Selasa (6/10/2020). Foto: man
PENGUNJUNG RSU Negara, Jembrana dicek suhu tubuh oleh petugas dan diberikan penyanitasi tangan, Selasa (6/10/2020). Foto: man

JEMBRANA – Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, RSU Negara, Jembrana tidak hanya memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif, tapi juga melakukan langkah promotif, khususnya dalam mencegah penyebaran Covid-19. Hal itu juga seiring dengan terus bertambahnya angka kasus positif di Jembrana.

Kegiatan promotif dalam bentuk edukasi dan kampanye kesehatan ditujukan kepada pengunjung RSU Negara dalam menerapkan 3M Covid-19, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.

Bacaan Lainnya

Direktur RSU Negara, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, Selasa (6/10/2020) mengatakan, pemberian informasi ini dilakukan mulai dari pasien, dari pasien memasuki gedung poliklinik RSU Negara. Petugas akan memberikan edukasi dan praktik cuci tangan serta pemakaian masker.

Edukasi dilakukan oleh petugas keamanan RSU Negara yang bertugas di pintu masuk gedung dan dilakukan setiap jam kerja poliklinik berlangsung. “Tujuannya agar pengunjung dapat memahami dan menerapkan perilaku tersebut di lingkungan RSU Negara serta dalam lingkungan sehari-hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Oka Parwata mengatakan, dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona, pembatasan fisik atau jaga jarak juga diterapkan di RSU Negara kepada setiap pengunjung. Mulai dari tempat duduk hingga saat pengunjung berdiri dengan menjaga jarak minimal 1 meter.

Baca juga :  Pekerja Migran Ucapkan Terima Kasih kepada Walikota Rai Mantra, Jumlahnya Diperkirakan Terus Bertambah

“Pemberian informasi 3M tidak hanya di gedung poliklinik, namun di seluruh gedung dan lingkungan RSU Negara. Semua petugas bertanggung jawab yang sama. Selain dokter, petugas diruangan rawat inap ikut memberikan edukasi pasien dan penunggu pasien untuk menerapkan 3M Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menerapkan batasan penunggu dan pengantar pasien. Bahkan, membatasi penunggu/pengantar pasien rawat inap maupun rawat jalan. Begitu juga dengan pengunjung poliklinik diruang tunggu menghadirkan narasumber langsung dengan tema Covid-19.

“Tujuannya ini tidak lain agar pengunjung mengetahui, memahami, dan selalu menerapkan 3M Covid-19 di rumah dan di lingkungan sekitar. Saat ini 3M cara yang efektif dalam memutus mata rantai penyebaran penularan Covid-19. Jadi, perlu dikampanyekan secara terus-menerus,” pungkas dr. Oka Parwata. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.