Rendah, Animo Poktani di Bangli Urus Badan Hukum

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma. foto: gia

BANGLI – Badan hukum menjadi salah satu syarat kelompok tani (poktani) ikan ingin mengakses dana pemerintah pusat. Sayang, poktani ikan di Bangli untuk mengurus badan hukum sampai saat ini masih rendah. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, Selasa (3/11/2020).

Menurut Sarma, rendahnya animo itu disebabkan oleh sejumlah faktor. Mulai dari biaya pengurusan sampai proses pelaporan pajak bulanan yang dinilai ribet, sehingga poktani enggan untuk mengurus.

Bacaan Lainnya

“Kelompok tani ikan mungkin tidak mau terlalu ribet, khususnya membuat laporan pajak bulanan. Makanya mereka masih enggan melengkapi kelompoknya untuk mengurus badan hukum, dan akhirnya belum bisa pengakses dana dari pusat,” ucapnya bernada menyayangkan.

Dari 126 poktani ikan yang tersebar di empat kecamatan di Bangli, hingga tahun 2020 baru tercatat 20 kelompok yang memiliki badan hukum. Dia menyayangkan di wilayah Kintamani yang jumlah kelompoknya paling banyak, baru satu kelompok yang memiliki badan hukum.

Terkait masih rendahnya animo mengurus badan hukum itu, dia mengaku terus turun memberi sosialisasi terkait betapa pentingnya memiliki badan hukum. Instansinya melalui PPL perikanan juga siap mendampingi dan memfasilitasi untuk mengurus ke kantor pajak hingga notaris, agar poktani lebih mudah mengurus. “PPL kami selalu siap membantu kelompok mengurus akte notaris. Untuk mengurus badan hukum butuh biaya 2,5 juta,” terangnya.

Baca juga :  PSSI Minta Shin Tae-yong ke Indonesia 29 Juni

Tanpa badan hukum, tambahnya, instansinya tidak bisa memfasilitasi kelompok mendapat bantuan pusat. Padahal Kementerian Perikanan dan Kelautan secara reguler mengucurkan bantuan untuk kelompok tani ikan, tentu dengan syarat harus berbadan hukum. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.