POSMERDEKA.COM, MATARAM – Mantan Bupati Lombok Timur (Lotim), Ali Bin Dachlan atau Ali BD, menyebut rencana revitalisasi kantor DPRD NTB oleh Gubernur Lalu Muhamad Iqbal pada tahun 2026, tidak masuk dalam janji kampanye saat Pilgub 2024.
Ali BD sebagai tim pemenangan Iqbal-Dinda mengkritik rencana Gubernur Iqbal tersebut. “Apa urgensi pembangunan kantor DPRD NTB itu? Jangan-jangan ada bisikan pemborong. Ini harus hati-hati, karena enggak ada di janji politik saat kampanye lalu,” ujarnya melalui kanal media sosial miliknya, Minggu (27/4/2025).
“Renovasi kantor itu tidak urgen. Harusnya kepala daerah fokus menjalankan visi dan misinya terlebih dahulu, untuk menyejahterakan rakyat sesuai janji kampanye,” sambungnya.
Menurutnya, visi NTB Makmur Mendunia yang menjadi tagline Iqbal-Dinda agar jangan salah langkah. Karena itu, dia mengingatkan Iqbal agar fokus memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya, terutama di bidang ekonomi dan jalan.
“Harusnya jika ingin punya visi besar, mestinya Gubernur atau kepala daerah berani membuat pernyataan tegas bahwa selama lima tahun enggak ada pembangunan atau renovasi kantor apa pun. Itu baru kepala daerah punya pikiran atau visi pada daerah dan rakyatnya,” serunya.
Karena itu, dia mengingatkan Iqbal agar tidak kebablasan menunaikan janji kampanye. Sebab, renovasi atau membangun kantor adalah hal kecil dan teknis yang dikerjakan oleh aparatur teknis. Renovasi kantor DPRD NTB bukan prioritas.
Ali BD mencontohkan di awal pemerintahannya sempat membangun pasar rakyat di semua wilayah di Lombok Timur. Hal itu lebih pada pembangunan sektor ekonomi. Hasilnya, PAD kala itu meningkat signifikan. Membangun kantor pemerintahan dilakukan di periode lima tahun kedua.
“Ini karena fokus di lima tahun awal adalah sektor ekonomi yang harus dipulihkan, yakni pembangunan pasar rakyat, dan jalan-jalan kabupaten. Jadi, geliat ekonomi rakyat dan UMKM bisa tumbuh. Di sinilah tugas seorang kepala daerah,” ungkapnya.
Dia menyarankan Iqbal banyak keliling melihat infrastruktur jalan milik Provinsi yang banyak rusak parah. Menurutnya, hampir di 10 kabupaten/kota di NTB jalan-jalan milik Provinsi banyak yang rusak, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi.
Ali menambahkan, kepala daerah yang baik harus duduk dan mendengar banyak masukan berbagai pihak, untuk dipelajari apa yang harus difokuskan dalam membangun daerahnya.
“NTB kaya sektor pertanian dan kelautan, ini harusnya yang difokuskan oleh Gubernur Iqbal dengan memperbaiki jalan-jalannya. Jadi, akses ekonomi bisa cepat berputar dan rakyat akan sejahtera sesuai visi NTB Makmur Mendunia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Iqbal menyebut, rencananya merenovasi kantor DPRD NTB pada tahun 2026 dipastikan tidak akan mengganggu program pembangunan lainnya. Alasannya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap.
Revitalisasi bisa dilakukan dengan melakukan efisiensi yang teliti, bukan berdasarkan kepentingan masing-masing yang dapat menimbulkan gesekan. “Bisa (revitalisasi), yang penting efisiensi itu kita lakukan dengan teliti, tidak ada konflik dan benturan kepentingan,” ujarnya kepada media, Selasa (15/4/2025). rul























