Realisasi Retribusi Parkir di Buleleng Masih Minim, Kadis Perhubungan Sebut Karena Ini

ALAT e-parkir yang ada di Jalan Durian, Pasar Anyar Singaraja. Foto: edy
ALAT e-parkir yang ada di Jalan Durian, Pasar Anyar Singaraja. Foto: edy

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Pungutan retribusi parkir tepi jalan umum di Buleleng masih belum maksimal. Hingga pertengahan tahun ini, realisasi retribusi parkir baru mencapai angka 35 persen dari target Rp4,5 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, mengatakan, ada sejumlah kendala dalam pencapaian target retribusi parkir yang masih di bawah 50 persen hingga pertengahan tahun 2024. Di antaranya, karena potensi parkir ada yang diambil dinas lain maupun diambil alih untuk dikelola oleh Desa Adat.

Bacaan Lainnya

Adapun potensi parkir yang kini diambil alih, yakni parkir Lapangan Mayor Metra, yang kini dikelola Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng. Kemudian parkir DTW Pantai Penimbangan, yang diambil alih desa adat.

Selain itu, rusaknya alat e-parkir yang ada di Jalan Durian, Pasar Anyar Singaraja, disebut menjadi penyebab menurunnya retribusi parkir. Sehingga dari yang sebelumnya bisa dipungut Rp1,4 juta di e-parkir tersebut, kini hanya bisa dipungut Rp1 juta per hari dengan manual.

Dengan kondisi ini, pihaknya mengaku akan berkordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Buleleng untuk perbaikan. Sebab, pengolaan e-parikir ada di BKPD.

Baca juga :  Lomba Ogoh-ogoh Mini Bangli Diselipi Teknologi Terkini

‘’Hilangnya beberapa potensi parkir itu, pendapatan retribusi diperkirakan berkurang hingga Rp270 juta per tahun,’’ ungkap Gunawan, Selasa (9/7/2024).

Selain hilangnya potensi parkir, target yang ditetapkan juga terlalu tinggi. Dari data Dishub Buleleng, target retribusi parkir sudah tidak tercapai sejak tahun 2021. “Target yang ditetapkan cukup besar. Sehingga sulit untuk mencapai target. Namun kami tetap berupaya agar bisa memenuhi target. Potensi parkir di Buleleng maksimal sebenarnya bisa mencapai Rp3,5 miliar,’’ imbuh Gunawan. Gunawan menyebut, ke depannya akan kembali menggali potensi parkir yang ada di Buleleng. Sejauh ini, pihaknya telah menemukan lima titik potensi parkir. Seperti ada di Pasar Banyuning, Jalan Ngurah Rai, di dua titik foodcourt di Jalan Ahmad Yani, dan warung Mustri.  ‘’Potensi 250 ribu per hari dari lima titik ini,’’ pungkasnya. edy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.