Ratusan Peternak Kecil Gulung Tikar, Ayam Afkir Dilelang

  • Whatsapp
SEORANG pekerja mengambil telur di kandang di Karangasem. Terus melambungnya harga pakan makin menyulitkan para pemilik usaha peternakan ayam petelur di Karangasem. Foto: ist
SEORANG pekerja mengambil telur di kandang di Karangasem. Terus melambungnya harga pakan makin menyulitkan para pemilik usaha peternakan ayam petelur di Karangasem. Foto: ist

KARANGASEM – Harga pakan ternak untuk ayam petelur seperti konsentrat, dedak dan jagung terus mengalami peningkatan. Terus melambungnya harga ini makin menyulitkan para pemilik usaha peternakan ayam petelur di Karangasem. Meski belum ada data resmi yang dirilis oleh dinas terkait, sejumlah pengusaha yang saat ini masih bertahan memperkirakan ada ratusan pengusaha ayam petelur gulung tikar. Sebab, tidak mampu lagi menutupi biaya operasional akibat lonjakan harga pakan.

I Nengah Sutika, salah seorang peternak di Desa Pasedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Minggu (15/8/2021) menuturkan, di desanya ada puluhan pengusaha ayam petelur bangkrut akibat tekanan harga pakan ternak. Yang masih bertahan adalah para pengusaha besar yang memiliki ternak di atas 20.000 sampai 50.000 ekor. Pengusaha yang stok ternak di bawah itu sebagian besar sudah bangkrut.

Bacaan Lainnya

“Sebagian besar yang gulung tikar itu pengusaha ternak ayam yang di bawah 10 ribu ekor. Apalagi yang hanya 4.000 sampai 5.000 ekor, sulit untuk bertahan dengan kondisi seperti sekarang ini,” ungkapnya sembari menyebut di kandangnya tersedia 40 ribu ekor ayam petelur.

Jenis pakan yang lonjakan harganya tidak terkendali yakni jagung, karena itu merupakan pakan ternak utama untuk jenis ayam petelur. Dulu hanya Rp3.500 per kilo, sekarang sudah Rp 6.000 per kilo. Sementara untuk konsentrat harganya juga terus naik, dan saat ini harga per sak mencapai Rp425 ribu, atau naik dari sebelumnya yang hanya Rp380 ribu.

Baca juga :  Jaya Negara Janji Akomodir Program Rival, Puji Amerta Hadirkan Demokrasi Toleran

Mirisnya, kenaikan harga pakan ternak tidak dibarengi dengan naiknya harga jual telur ayam hasil ternak. Ni Nyoman Sutrini, salah satu pemilik usaha ternak ayam petelur mengatakan, saat ini harga telur di pasaran turun dari Rp40 ribu per tray isi 30 butir menjadi Rp33 ribu per tray. Untuk telur ukuran sedang hingga kecil, dari awalnya Rp33 ribu per tray, sekarang malah ditawar Rp27 ribu. “Kalau harga segitu nggak kami lepas, karena rugi,” kesahnya.

Saat ini dia berjuang keras agar usaha peternakan ayam petelurnya bisa terus beroperasi, meski penjualan telur tidak bisa menutupi biaya operasional. Mulai dari membeli pakan ternak, membeli obat, vaksin dan untuk gaji karyawan. Kata Sutrini, lonjakan harga pakan ternak ini sudah terjadi sejak pandemi merebak.

Sebelum pandemi, para pengusaha ternak ayam petelur di Karangasem di Desa Pesedahan banyak mensuplai kebutuhan telur untuk hotel dan restoran di Bali. Selain itu juga mensuplai pesanan telur dari pedagang di pasar tradisional. Namun, sejak pandemi banyak hotel dan restoran tutup, sehingga saat ini sebagian besar telur hanya disuplai ke pedagang di pasar tradisional dengan harga jatuh.  

“Kami hanya berharap kepada pemerintah, bagaimana harga pakan ternak ini bisa turun, utamanya jagung. Kami hanya berharap itu saja,” lugasnya.

Pernyataan senada diungkapkan peternak asal Dusun Beling, Manggis, Karangasem, I Wayan Sedana Yasa. Dari 2.500 ekor ayam merah jenis petelur yang sudah dipelihara selama enam bulan, ada yang tidak produktif menghasilkan telur, sehingga mempengaruhi turunnya produksi telur. “Dari 2.500 ekor ayam, yang sudah tidak produktif itu ada 500 ekor. Itu saya terpaksa lelang, dijual dengan harga 45 ribu per ekor,” katanya.

Baca juga :  Melinggih FC Rebut Piala PAC PDIP Payangan

“Daripada rugi total, lebih baik diputar jual dulu. Nanti kalau kondisinya membaik pasti akan saya beli ayam yang lebih produktif lagi,” pungkasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.