MATARAM – Rannya Agustyra Kristiono memastikan kesiapan untuk tampil pada Pemilu 2024. Menjadi calon anggota DPD RI adalah jalannya. Putri semata wayang anggota DPR RI Dapil Pulau Lombok, Bambang Kristiono itu memilih mengikuti jejak sang ayah dengan alasan ingin mengabdi bagi masyarakat NTB.
“Saya sejak kecil tidak pernah bermimpi masuk dunia politik. Tapi sekarang setelah ada dorongan ayah dan bunda, saya putuskan maju dari jalur berbeda dengan ayah melalui nonpartai, menjadi calon anggota DPD RI Dapil NTB,” kata Rannya di sela-sela aksi sosial bersama karang taruna di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Senin (28/2/2022).
Rannya mendaku memberanikan diri terjun ke dunia politik, karena berniat mengabdi untuk masyarakat NTB. Apalagi Pulau Lombok saat ini menjadi kampung halaman bagi dia.
Kata dia, sejumlah pihak ikut mendorong terjun ke dunia politik. Dia kemudian menilai politik itu bukan tujuan, tapi bagaimana bisa sampai ke tujuan.
“Saya terjun ke dunia politik juga karena melihat banyak kekurangan pemerintahan Indonesia. Sebagai anak muda dan memiliki wawasan luas, saya ingin berbuat dari jalur politik,” ulas gadis kelahiran 15 Agustus 1999 ini.
Lebih jauh dituturkan, di bangku kuliah dia tidak pernah mendapat ilmu politik. Rannya hanya suka membaca tentang politik. Ayahnya juga mengingatkan melakukan pengabdian lewat jalur politik itu berat. “Tapi saya kira ini tantangan. Saya suka tantangan,” klaimnya.
Menurut dia, akhir-akhir ini dia banyak belajar sebagai muslim, yang mengajarkan dia untuk terus berbagi kepada sesama. Bahkan apapun yang dia miliki saat ini, kata dia, tidak mungkin hanya untuk dinikmati diri sendiri.
Dia menilai yang kurang di NTB saat ini adalah pemerataan pembangunan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. “Kalau dipercaya masyarakat NTB menjadi anggota DPD RI, saya akan memperjuangkan pembangunan yang merata,” janjinya.
Rannya juga sempat menyinggung program pemerintahan Gubernur Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, yang mengirim mahasiswa kuliah ke luar negeri. Menurutnya, program ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi generasi muda NTB.
Hanya, Rannya menilai pilihan mengirim anak-anak muda NTB belajar ke luar negeri itu bukan ke Eropa Timur seperti sekarang, melainkan ke Turki. “Karena di sana (Turki) mayoritas orang muslim, sehingga mereka (mahasiswa NTB) merasakan seperti kampung halaman sendiri,” tandasnya. rul























