Rakorwil Nasdem Gaungkan Restorasi Bali, Siap Sinergi Partai Sejahterakan Masyarakat

  • Whatsapp
LAYAR besar menayangkan gambar Julie Sutrisno Laiskodat saat pidato pembukaan Rakorwil DPW Partai Nasdem Bali, Senin (13/12/2021). Nasdem menyatakan siap sinergi dengan partai lain untuk memberi kesejahteraan kepada masyarakat Bali. Foto: hen
LAYAR besar menayangkan gambar Julie Sutrisno Laiskodat saat pidato pembukaan Rakorwil DPW Partai Nasdem Bali, Senin (13/12/2021). Nasdem menyatakan siap sinergi dengan partai lain untuk memberi kesejahteraan kepada masyarakat Bali. Foto: hen

BADUNG – Komitmen bersama membangun Bali yang digaungkan Partai Nasdem, diwujudkan dalam skala kecil saat Rakorwil DPW Partai Nasdem Bali di Kartika Plaza Hotel Kuta, Senin (13/12/2021). Meski acara internal, Nasdem mengundang sejumlah partai di Bali. Pada kesempatan itu juga, disampaikan pesan pentingnya sinergitas di antara partai untuk menyejahterakan masyarakat Bali.

Dari DPP Partai Nasdem, hadir para petinggi partai antara lain Majelis Tinggi Partai yang juga Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat; dan Ketua Koordinasi Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis, Suyoto. Dari partai yang diundang hadir yakni dari PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra, Hanura, PSI, PKS, PBB, PKB, PKPI, PAN, Perindo dan Berkarya. Selain unsur Forkopimda Bali, turut hadir Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan.

Bacaan Lainnya

Ketua DPW Partai Nasdem Bali, Julie Sutrisno Laiskodat, dalam sambutannya mengatakan, Nasdem terus menggaungkan restorasi di Bali seizin Gubernur. Sinergitas partai dibutuhkan dalam rangka memberi kesejahteraan kepada masyarakat. Selain itu, penting pula memberi edukasi politik ke publik untuk mengembalikan kepercayaan kepada partai.

Dia mendaku sengaja mengundang partai lain, karena bertujuan sama untuk membangun Bali. Pandemi Covid-19 dinilai mengajarkan masyarakat Bali untuk merenung dan saling mengendalikan diri, agar tetap berjuang membuat Bali tersenyum kembali. Komunikasi antar-partai, sambungnya, mesti didasari kepercayaan dan bergandengan tangan untuk dapat keluar dari masalah.

Baca juga :  Sebulan di China, Bule Rusia Dirawat di RSU Sanjiwani

“Jika Nasdem direstui, kami ingin melukis pelangi di langit Bali agar warna-warninya dapat mengembalikan senyum masyarakat Bali,” ucapnya dengan pesan simbolik, disambut aplaus hadirin.

Saat memberi sambutan, Suyoto mendaku salut dengan jargon Nasdem Bali yakni “Bersatu membangun Bali”. Jargon seperti itu, sebutnya, tidak ada ditemui di daerah lain; hanya ada di Bali. Pesannya jelas, yakni bekerja sama dengan unsur lain untuk membangun daerah.

Mengutip isi buku “Whay Nation Fails” tulisan Daron Acemoglu dan James Robinson, mantan Bupati Bojonegoro itu menyebut ungkapan “desa miskin” sesungguhnya tidak tepat. “Yang ada itu adalah desa yang salah urus oleh pemimpinnya. Demikian juga tidak ada negara miskin, kecuali memang salah urus oleh kepala negaranya,” tuturnya kalem. 

Masih membincang Bali, Suyoto memuji visi Gubernur Koster yang mencantumkan agama, adat istiadat dan budaya. Hal ini dirasa menarik, karena negara yang maju selalu didukung masyarakat yang kuat. Kearifan lokal Bali yakni Tri Hita Karana juga dipuji, karena tergambar bahwa manusia Bali sangat harmonis dengan penciptanya, dengan alam, dan dengan sesama manusia.

“Nasdem di Bali untuk restorasi dan berpolitik untuk membuat masyarakat Bali tersenyum bahagia. Tradisi politik di Bali itu berbeda. Jika di lain tempat itu beda partai seakan beda ideologi, tapi di Bali seakan semua sama dengan Tri Hita Karana,” urainya.

Baca juga :  Klungkung Siapkan Ruang Isolasi ODP, 1 Pasien Mengarah Positif Covid-19

Lestari Moerdijat menambahkan, keseimbangan sebagai inti ajaran Tri Hita Karana dapat diterapkan untuk restorasi. Indonesia memang sudah melewati krisis pandemi, tapi tetap harus siaga menghadapi krisis lain. “Kita ciptakan dunia harmonis sesuai Tri Hita Karana,” katanya.

Pada kesempatan itu, audiens disajikan video penggalan pidato Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengenai visi besarnya untuk melihat Indonesia lebih baik dari saat ini. Ada juga kutipan pidato Paloh yang memimpikan semua anak Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, memiliki kesempatan yang sama menjadi pemimpin negeri. Dan, sebagai partai, Nasdem ingin memotong kebiasaan buruk politik praksis yang terjadi sebelumnya, seperti mengisi kantong pribadi dan bagi-bagi ke pengurus partai.

“Tangkap anggota Nasdem yang begitu. Saya bikin Nasdem bukan untuk tambah kaya, bukan menambah perusahaan, bukan juga jadi Presiden,” tegas pemilik perusahaan media itu.

Di penghujung Rakorwil, sejumlah anggota baru dari tokoh masyarakat disambut resmi partai. satu di antaranya I Bagus Made Wirajaya, yang juga kakak dari I Bagus Alit Sucipta atau Gus Bota, anggota Fraksi PDIP DPRD Bali. Mereka dikenakan jas biru Nasdem sebagai simbol diterima sebagai anggota keluarga baru. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.