Demer Beberkan Kerja Airlangga untuk Pulihkan Ekonomi Bali

  • Whatsapp
I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer. Foto: Ist
I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer. Foto: Ist

DENPASAR – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, I Gde Sumarjaya Linggih, optimis pemulihan ekonomi Bali, terutama dari sektor pariwisata, akan segera terwujud. Forum G20 yang diagendakan berlangsung di Bali pada 2022 dinilai sebagai titik ungkit pemulihan Bali, dan itu bukti kerja Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. “Pemulihan ekonomi nasional, khususnya Bali yang bergantung dari pariwisata, menjadi atensi Ketua Umum kami, Airlangga Hartarto,” kata Demer, sapaan akrabnya, Senin (13/12/2020).

Lebih jauh Demer menguraikan, pemerintah sangat prihatin dengan kondisi ekonomi Bali dihajar pandemi Covid-19. Segala upaya dilakukan untuk menolong Bali yang termasuk paling terdampak, antara lain “memindahkan” pertemuan G20 ke Bali. Dengan begitu diharap ada multiplier effect atau efek berganda secara ekonomi bagi Bali.

Bacaan Lainnya

“Selain jadi tuan rumah G20, program bantuan sosial (bansos) juga paling banyak dikucurkan ke Bali oleh pemerintah pusat. Jangan lupa, pasokan vaksin Covid itu paling banyak juga di Bali. Tujuan Pak Airlangga agar herd immunity (kekebalan kelompok) segera terjadi di Bali, dan dengan begitu pariwisata juga bisa lebih cepat menerima kunjungan wisatawan. Jadi, ada dua kerja Pak Airlangga untuk Bali, yakni penyediaan bansos dan vaksin,” terang Korwil DPP Partai Golkar Bali-Nusra tersebut.

Baca juga :  Gaungkan Pengawasan karena Kesadaran, Bukan Mobilisasi, Bawaslu Gencarkan Pengawas Partisipatif

Disinggung kebijakan Airlangga belum dirasa nyata oleh kalangan pariwisata di Bali, Demer berujar semua perlu proses. Dia mendaku saat ini sekira 60 persen wisatawan domestik datang ke Bali, tinggal menanti kedatangan wisatawan mancanegara. Namun, pariwisata internasional juga bergantung pemerintah negara asal apakah mengizinkan warganya melancong atau tidak.

“Yang jelas Bali sudah buka penerbangan internasional, sekarang negara asal wisatawan yang biasa ke Bali itu mengizinkan atau tidak? Jika diizinkan datang, saya yakin Bali lebih cepat normal ketimbangd aerah lain. Sebab, yang sudah pernah ke Bali itu sudah kangen juga datang lagi,” lugas politisi yang juga berkecimpung di usaha pariwisata itu.

Soal ada rencana demo kalangan pariwisata karena Bali dianggap kurang diperhatikan pusat, Demer mengajak tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Pemerintah disebut menilai dari pelbagai sudut, antara lain kesiapan anggaran jika sekiranya angka positif Covid naik lagi. Jika itu terjadi, anggaran negara akan terkuras juga untuk penanganan, karena pasien Covid digratiskan.

“Kalau salah buat kebijakan kemudian kasus naik lagi, ini akan membebani APBN. Kita tidak bisa belanja sosial, pembangunan tidak ada, malah bisa berujung chaos (rusuh). Satu pasien Covid itu anggarannya sampai 60 juta lho, kalau kasus naik tajam bagaimana kita membangun?” serunya retoris.

Dia tak memungkiri, kebijakan sekarang pasti sedih jika dilihat dari kacamata sendiri. Pengusaha tetap menggaji karyawan, perlu biaya perawatan hotel dan sebagainya. Namun, yang jelas Presiden Jokowi dan Menko Airlangga tak ingin ada penurunan ekonomi, yang membuat rakyat menderita berkepanjangan. Banyak pertimbangan sesuai data dan kajian sampai berujung kepada satu kebijakan.

Baca juga :  Tiga Jabatan Kapolsek di Jajaran Polres Buleleng Dimutasi

“Suatu kebijakan itu bisa pahit di awal untuk kepentingan jangka panjang. Semua dipikirkan dan dilakukan untuk masyarakat Bali, tidak hanya untuk kelompok tertentu saja,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.