Nasdem Terbuka ke Capres Siapapun

  • Whatsapp
LESTARI Moerdijat didampingi Julie Sutrisno Laiskodat. Foto: gay
LESTARI Moerdijat didampingi Julie Sutrisno Laiskodat. Foto: gay

BADUNG – Partai Nasdem menyatakan masih terbuka kepada semua putra terbaik Indonesia yang hendak maju pada Pilpres 2024. Entah itu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, maupun nama lain di daerah, semua diterima dengan tangan terbuka. Sejauh ini belum memutuskan apapun terkait calon presiden, meski di sejumlah daerah dukungan relawan nasdem diketahui sudah disuarakan.

“Kami menggarisbawahi, kami belum menentukan kepada siapa, karena mekanisme kami di internal masih panjang,” ucap anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem, Lestari Moerdijat, di sela-sela acara Rakorwil DPW Partai Nasdem Bali, Senin (13/12/2021) di Kuta.

Bacaan Lainnya

Lestari menilai boleh-boleh saja jika ada kelompok yang menyatakan dukungan dan menyebut dirinya relawan kepada Anies. Namun ada juga di daerah lain yang menyebut dirinya relawan Ganjar. Hal itu tentu tidak lantas bisa dikatakan merepresentasikan Partai Nasdem. Sebab, tegasnya, Nasdem belum memulai proses itu sama sekali, selain dinamikanya masih panjang. Terlebih yang paling utama saat ini adalah masalah pandemi Covid-19 belum selesai.

“Kawan-kawan semua masih harus disibukkan dengan menyelesaikan permasalahan masing-masing, terutama para legislator dan kepala daerahnya masing-masing. Proses politik masih cukup lama, mari kita lihat,” serunya didampingi Ketua DPW Partai Nasdem Bali, Julie Sutrisno Laiskodat.

Baca juga :  Satpol PP “Serbu” Penambangan Pasir Liar di Bugbug

Lebih jauh dipaparkan, Nasdem memiliki prosedur dan mekanisme terkait pencapresan. Saat ini salah satu mekanismenya masih sedang dikaji secara khusus, termasuk melibatkan lembaga independen, untuk melihat model apa yang paling cocok. Termasuk mengkaji untuk bisa melakukan konvensi, dan kepada siapakah nanti dukungan diberikan.

Hanya, dia kembali berkata hal itu masih terlalu jauh. Apalagi harus juga disadari Nasdem belum memenuhi kuota suara untuk bisa mengangkat calon presiden sendiri. Saat ini konvensi diakui masih sedang didalami, karena salah satu syarat konvensi adalah terpenuhinya kursi 20 persen di parlemen. Hal itulah yang juga sedang dikaji oleh para akademisi.

Dalam waktu tidak terlalu lama, imbuhnya, kajian itu diharap sudah bisa didapat. Yang jelas saat ini kursi Nasdem belum mencukupi untuk mengangkat calon presiden. Mengusung calon presiden memerlukan koalisi, dan proses konvensi juga tidak lepas dari kontestasi politik. “Ide gagasan awal kami adalah ingin menciptakan suatu mekanisme, karena calon yang terpilih nanti agar benar benar calon yang memiliki kapasitas mumpuni serta layak menjadi pilihan,” pungkasnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.