Raih Kemenangan Sempurna, Perseden Juara Grup A Liga 3 Rayon Bali

  • Whatsapp
KIPER Perseden berjibaku mengahalau bola dari serangan pemain PS Jembrana pada laga Grup A Liga 3 Rayon Bali, di Stadion Pecangakan Jembrana, Sabtu (30/10/2021). foto: ist

JEMBRANA – Tim Perseden Denpasar tampil sebagai juara Grup A Liga 3 Rayon Bali, setelah pada laga terakhirnya (ketiga) di penyisihan grup menghempaskan tuan rumah PS Jembrana 3-1, di Stadion Pecangakan Jembrana, Sabtu (30/10/2021).

Baru saja kick off berjalan dua menit, gawang PS Jembrana yang dijaga Bagus Darma sudah dibobol striker Perseden Reza Yulian Hidayat. Gol pertama Laskar Catur diawali cros sang kapten Made ”Muchin’ Antha Wijaya yang disambar Reza melalui tembakan keras mendatar. Gol Reza ini sekaligus menjadi rekor gol tercepat di kompetisi ini.

Bacaan Lainnya

Terkena gol cepat, memicu adrenalin tim tuan rumah untuk segera bangkit. Sayang upaya keras tim yang diasuh Abdul Karim ini kurang tenang, malah dibumbui permainan yang mengerah keras. Klimaknya, PS Jembrana harus bermain dengan 10 orang, menyusul sang kapten Putu Ari Gilang Setiawan diusir Wasit Wildan Albari karena terkena dua kartu di menit 12 dan 16 yang berujung kartu merah.

Keluarnya Ari Gilang menjadi kerugian besar bagi PS Jembrana, sebab pemain senior ini punya kelebihan bola-bola servis. Dan seperti diketahui, dialah pemain yang memborong dua gol kemenangan PS Jembrana saat mengalahkan Persekaba Badung 2-0.

Baca juga :  Rilis Lagu “Cinta”, Anggi Ajak Duet Suami

Keseimbangan tim yang berkurang, membuat barisan penyerang PS Jembrana kesulitan menembus pertahanan Perseden. Pun sejumlah servis yang didapat di dekat kotak penalti lawan, menjadi hilang sia-sia karena sang eksekutor Ari Gilang sudah tidak ada dalam tim.

Celakanya, gawang Bagus Darma malah kembali bobol di menit 41. Giliran pemain pengganti, Gede Suara Dharma menggadakan keunggulan Perseden. Gede Dharma yang menggantikan Arga Bila di menit ke-30, sukses memanfaatkan skrimit sebelum menggetarkan gawang PS Jembrana melalui tembakan kerasnya. Skor 2-0 ini bertahan sampai jeda.

Selepas turun minum, PS Jembrana langsung lebih berinisiatif menekan walau bermain dengan 10 orang. Akhirnya, upaya keras tuan rumah sukses membuahkan gol balasan di menit 56 melalui penyerang Alfin, memanfaatkan blunder kiper Lalu Yogik yang salah antisipasi.

Gol Alfin memakin memacu semangat rekan-rekannya untuk mengejar satu gol lagi, minimal bisa memaksakan hasil imbang. Tapi lagi-lagi sial, PS malah kena hukuman penalti. Wasit Wildan terpaksa menunjuk titik putih menit 67, setelah melihat pemain PS Jembrana hands ball saat menghalau tendangan lawan mengarah gawang Bagus Darma. Kesempatan tersebut dimanfaatkan kapten tim, Mucin sekaligus mempertegas kemenangan Perseden menjadi 2-1.

Dengan kemenangan tersebut, Perseden menjadi satu-satunya dari 8 tim yang lolos 8 besar meraih nilai sempurna 9 alias menyapu bersih tiga laganya di Grup A dengan kemenangan. Dalam dua laga sebelumnya, Perseden mengalahkan Persekaba Bali FC Badung 1-0 dan kemudian mengggulung FSK Klungkung 6-2.

Baca juga :  Bawaslu Tabanan Siap Maksimalkan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

Salahkan Wasit
Ada yang menarik dalam laga tersebut, dimana kedua kubu sama-sama menyalahkan keputusan Wasit Wildan. Bahkan Pelatih Kepala Perseden Wayan Sukadana sempat mencak-mencak dengan membanting botol air mineral karena saking geramnya melihat pemainnya dikasarin lawan.

”Kenapa tadi saya begitu emosi, karena gregetan melihat sikap wasit yang membiarkan pemain lawan bersikap kasar. Sebenarnya wasit sudah bagus memimpin, tetapi sikapnya kurang tegas terhadap pemain yang bermain kasar. Andai ada pemain Perseden yang main kasar, kami tak keberatan kok diberi kartu bahkan kartu merah sekalipun,” ujarnya usai pertandingan.

Menurut mantan punggawa Gelora Dewara ini, bermain keras beda dengan bermain kasar. ”Bermain keras dalam sepakbola, itu lumrah terjadi karena bagian dari taktik. Tapi bermain kasar, apalagi ada niatan mengasari lawan, ini tidak boleh dan wasit harus bersikap,” tukas Sukadana.

”Ingat wasit, merupakan perangkat pertandingan yang berpengaruh terhadap pembinaan sepakbola nasional secara menyeluruh, apalagi dalam kontek Liga 3 yang notabene masih amatir dan pemainnya mayoritas pemain muda. Intinya, kalau ada pemain yang main kasar, mbok dibina (dikasi tahu) agar tak mengulangi sikap kasarnya itu, jangan malah dibiarin,” tegas Sukadana.

Di sisi lain, Pelatih Kepala PS Jembrana, Abdul Karim juga menyayangkan sejumlah keputusan wasit Wildan. Bukan Perseden saja yang dirugikan, menurutnya timnya juga sangat dirugikan dengan keputusan wasit. Seperti hukuman penalti yang menimpa timnya, tambah Karim, seharusnya tak perlu terjadi. ”Memang pemain saya hand ball, tapi tangannya fasif. Wasit seharusnya bisa membedakan mana tangan aktif maupun fasif. Katanya dia wasit Liga 2, kok begitu kepemimpinannya,” ktiriknya.

Baca juga :  Ditinggal Berkebun, Perhiasan Emas Digondol Maling

Dia juga mengkritisi Asprov PSSI Bali sebagai penyelenggara kompetisi ini, dimana seharusnya bisa lebih cermat menugaskan wasit-wasitnya. Apalagi pertemuan PS Jembrana vs Perseden yang merupakan laga krusial, tentunya harus ditugaskan wasit yang lebih berkualitas. ”Saya bukan mencari kambing hitam atas kekalahan tim kami, tetapi menjadi pelajaran kita semua khususnya Asprov PSSI Bali sehingga tidak terulang lagi pada laga selanjutnya, terutama di babak 8 besar,” ujar Karim.

Terlepas dari kekalahan tersebut, Karim juga salut dengan perjuangan para pemainnya yang tetap membara walau bermain 10 orang pasca Ari Gilang kena kartu merah. Buktinya dengan 10 orang, PS Jembrana masih bisa cetak gol. ”Andai saja pemain kami lengkap 11 orang, mungkin cerita akhir pertandingan ini akan beda,” pungkas pelatih yang pernah membawa Putra Tresna juara Rayon Bali tahun 20219. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.