Kick Off Babak II Perseden vs PS Jembrana Sempat Molor, Ini Penyebabnya…!

  • Whatsapp
WASIT Wildan Albari (tengah) bersama dua asisten wasit memasuki lapangan untuk memimpin pertandingan antara Perseden Denpasar dengan PS Jembrana, di Stadion Pecangakan, Jembrana, Sabtu (30/10/2021). foto: ist

JEMBRANA – Ada hal menarik pada laga Perseden Denpasar vs Jembrana, yang memainkan laga terakhir di grup A Liga 3 Rayon Bali, di Stadion Pecangakan Jembrana, Sabtu (30/10/2021). Di babak I atau pada 45 menit pertama, Perseden unggul 2-0.

Tali saat kedua tim melanjutkan babak II, tiba-tiba Wasit yang memimpin Pertandingan Wildan Albari tidak muncul di lapangan. Padahal kedua tim sudah berada di lapangan dan siap melanjutkan pertandingan. Cukup lama ditunggu, ternyata wasit dan dua asistennya malah tidak muncul.

Bacaan Lainnya

Ini menjadi kejadian langka dalam suatu pertandingan sepakbola. Sebab biasanya, wasit yang menunggu kedua tim di lapangan, bahkan wasit malah mencari kedua tim untuk melanjutkan pertandingan. Kejadian ini mengundang tanya banyak pihak, bahkan ada yang menduga wasit Wildan mogok tak mau melanjutkan memimpin laga.

Dugaan mogok ini cuku beralasan, karena Wasit Wildan sempat kena semprot kedua kubu. Terutama Perseden melalui pelatih kepalanya, Wayan Sukadana yang menilai kepemimpinan wasit seakan melakukan pembiaran terhadap pemain yang bermain kasar.

Usut punya usut, ternyata dugaan itu salah. Sebab pada kenyataannya, molornya kick off babak kedua karena Wasit Wildan belum menjalani tes swab sebagaimana regulasi Liga 3. Sebagaiana diatur dalam regulasi tersebut, seluruh perangkat pertandingan seperti pemain, ofisial dan wasit serta asisten wasit harus menjalani tes swab. Karena alasan itu, Satgas dan aparat keamanan memanggil Wasit Wildan untuk klarifikasi.

Baca juga :  Rai Mantra dan Jaya Negara Ucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru

Beruntung, berkat kesigapan Ketua Askab PSSI Jembrana I Ketut Tulis, akhirnya pertandingan bisa dilanjutkan walau sempat molor lebih dari 10 menit. ”Saya stres dengan kejadian itu, sehingga berupaya mengambil langkah-langkah strategis supaya pertandingan tidak bermasalah dan panpel lokal tidak dipermasalahkan pihak terkait,” kata Ketut Tulis saat dikonfirmasi, Minggu (31/10/2021).

”Hal yang tidak bisa ditoleransi saat pertandingan (Perseden vs PS Jembrana) kemarin, adalah wasit yang memimpin pertandingan tidak mengikuti aturan tes swab. Padahal kami sebagai panitia lokal sudah menyiapkan tes swab. Kami merasa kecolongan,” tegas Ketut Tulis dengan nada kesal.

Sebagai Panpel lokal, tambah Ketut Tulis, pihaknya harus menegakkan regulasi. Tapi, pihaknya dibuat malu dengan kejadian tersebut, yang mana dengan santainya wasit melanggar regulasi ketat yang harus diaplikasikan di lapangan. ”Satgas dan aparat keamanan sempat menanyakan ke saya, belum lagi media sudah mendengar wasit tidak mengikuti aturan (tes swab). Betul-betul kami dibuat malu,” ungkapnya.

Jika Satgas saklek dan aparat keamanan bersikukuh dengan regulasi yang ada, bisa saja pertandingan tersebut dibatalkan. Selain itu, tambahnya, mulai hari pertama Panpel lokal sudah mendapat atensi keras dari Kapolres Jembrana. ”Beruntung, hal terburuk (dibatalkan) tidak sampai terjadi. Tapi ini penting sebagai pembelajaran ke depannya dan dengan harapan tidak terulang lagi,” pungkas Ketut Tulis.

Di sisi lain, Direktur Kompetisi (Dirkom) Asprov PSSI Bali, Anak Agung Gede Dalem Suarnata, yang ada saat pertandingan tersebut, membenarkan wasit dipanggil Satgas dan aparat keamanan karena belum menjalani tes swab sebelum memimpin pertandingan.

Baca juga :  OTT Perbekel dan Kelian di Payangan, Warga Minta Kedua Tersangka Ditindak Tegas

Menurutnya, kejadian tersebut hanya mis komunikasi, walau diakuinya bisa saja berakibat fatal. ”Pastinya kami sangat bersyukur karena pada akhirnya pertandingan dapat dilanjutkan, berkat andil Pak Ketut Tulis (Ketua Askab PSSI Jembrana) dengan pihak satgas dan aparat keaman, sekaligus memberi jaiminan hal-hal seperti itu (pelanggaran regulasi) tidak akan terjadi lagi pada laga berikutnya,” jelas Agung Dalem. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.