Puncak Karya Pura Tuluk Biyu Dihadiri Ribuan Umat Hindu

BANGLI – Meskipun hujan deras yang mengguyur tidak menyurutkan niat krama atau umat Hindu untuk mengikuti pelaksanaan Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu, Batur, Kintamani, Bangli. Pada Senin (10/10/2022), ribuan orang mengikuti prosesi mapepada agung bertepatan Puncak Karya Ngusaba Kapat di Pura Tuluk Biyu.

Ngusaba Kapat ini kembali digelar setelah dua tahun tidak dilaksanakan karena kondisi pandemi Covid-19. Mapepada Agung yang dimulai pada pukul 15.00 Wita diawali dengan pelaksanaan bhakti penyambleh. Dilanjutkan kemudian iring-iringan kober, umbul-umbul, dan pralingga Ida Betara.

Read More

Prosesi mapepada agung juga diiringi oleh 15 sekaa gong dan sekaa tari baris. Iring-iringan itu berjalan menyusuri jalan utama sepanjang 2 kilometer ke arah selatan dan kemudian berputar ke arah utara. Dari arah utara desa iring-iringan kemudian kembali ke areal pura. Selanjutnya dilaksanakan bhakti pengusaban.

Dane Jero Kelodan Pura Tuluk Biyu didampingi Ketua Panitia Karya, Ketut Sudana, di sela-sela upacara menjelaskan, adapun makna dari proses mapepada agung adalah sebagai wujud syukur umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah yang diberikan. “Dalam prosesi mapepada agung, Ida Betara yang diiring memargi ke tanggun desa tedunmacecingak untuk memberikan kemakmuran bagi umatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam Puncak Karya Ngusaba Kapat ini memakai 2 ekor kerbau, 2 kambing, 6 babi, dan upakara pebangkit. Mengapa serba dua? Sudana menjelaskan, “Karena yang berstana di Pura Tuluk Biyu yakni Ida Betara Siwa dan Ida Betara Sri.”

Setelah mapepada agung, pada puncak karya itu juga dilaksanakan bhakti madewasraya. “Tujuan dilaksanakan upacara madewasraya yakni untuk memohonkan kehadapanNya agar alam semesta beserta isinya dianugerahi kedamaian, kesejahteraan, dan keselamatan dunia,” jelas Sudana.

Panitia mengaku sangat bangga atas pelaksanaan Pujawali Ngusaba Purnamaning Kapat tahun 2022 dapat berjalan sesuai adat di Desa Pakraman Batur. Seluruh prosesi serangkaian Karya Ngusaba Kapat di Tuluk Biyu Batur dipuput oleh Dane Jero Kaleran dan Kelodan, Dane Jero Balian makalihan, dan Dane Jero Penyarikan mekalihan.

Ida Betara nyejer dari Senin (10/10/2022) hingga masineb pada Selasa (18/10/2022). Selama nyejer,akan ada bhakti penganyar dari kabupaten/kota se-Bali. Upacara panyineban itu akan dirangkaikan dengan ngaturang bhakti pepranian, Ida Bhatara-Bhatari katurang bhakti penyineb, bhakti nuek bagia, dan mendem bagia pula kerti.

Dane Jero Kelodan berharap kepada para umat Hindu di manapun berada, jika tidak ada halangan, untuk pedek tangkil ngaturan bhakti sebagai ucapan syukur atas karunianya agar diberikan kedamaian dan kesejahteraan serta kerahayuan. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.