BULELENG – Rencana penenggelaman Kapal Perang Eks TNI AL di perairan Buleleng yang difokuskan di Desa Pacung dan Desa Bondalem, kini masih dalam proses kajian. Dalam proses kajian khusus ini diharapkan bisa melibatkan unsur dari pemerintah dan masyarakat sehingga titik lokasi bisa ditentukan paling lambat minggu depan.
Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, Senin (10/10/2022) usai memimpin rapat pembahasan potensi titik lokasi penenggelaman Kapal Perang Eks TNI Angkatan Laut (AL). Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Loby Kantor Bupati Buleleng.
Lihadnyana mengatakan, proses penentuan titik penenggelaman kapal ini harus segera diselesaikan dengan mengadakan survei secara teknis. Hal itu tentunya melibatkan elemen masyarakat, termasuk juga pemerintah, sebelum ditentukan titik lokasinya.
‘’Saat ini baru bisa dibicarakan terkait regulasinya seperti apa. Nanti kami akan survei secara teknis, dengan melibatkan masyarakat disana untuk turun bersama tim sekaligus melihat kondisi secara riil sebelum kami putuskan bersama lokasinya,’’ kata Lihadnyana.
Lihadnyana menargetkan, seminggu kedepan survei teknis ini bisa selesai. Sehingga, masyarakat bisa menerima keputusan yang sudah ditentukan terkait dengan lokasi penenggelamannya antara di Desa Bondalem atau di Desa Pacung. ‘’Jadi masyarakat harus menerima keputusan itu. Saya harap peluang bagus ini jangan sampai hilang begitu saja,’’ pungkas Lihadnyana. rik






















