Puncak HUT Ke-37 SMPN 10 Denpasar, Segudang Prestasi Jadi Kado, Siswanya Pemilik Masa Depan

  • Whatsapp
PUNCAK HUT ke-37 SMPN 10 Denpasar ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Wayan Sumiara bersama IGN Eddy Mulya. Foto: tra
PUNCAK HUT ke-37 SMPN 10 Denpasar ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Wayan Sumiara bersama IGN Eddy Mulya. Foto: tra

DENPASAR – SMPN 10 Denpasar pantas menyandang sekolah lengkap dan berkualitas. Pada Jumat (10/12/2021) SMPN 10 Denpasar alias Spenda genap berusia 37 tahun. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMPN 10 Denpasar, I Wayan Sumiara, S.Pd., M.Pd.

Acara dihadiri Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya mewakili Wali Kota Denpasar; Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra; Ketua MKKS SMP Kota Denpasar, Wayan Murdana; dan Ketua Komite SMPN 10 Denpasar, Tjokorda Alit Krisdiyana. Serangkain HUT dilakukan lomba ekstern bidang akademik dan nonakademik melibatkan siswa SD se-Bali.

Bacaan Lainnya

Kasek Wayan Sumiara dalam sambutannya mengungkapkan pada HUT kali ini siswanya mempersembahkan segudang prestasi. Di antaranya meraih medali emas dan grand prize karya tulis ilmiah Indonesia Inventors Day 2021 dipersembahkan oleh I Putu Wahyu Jati Kacanegara, IGA Made Bintang Mahaputri, Luh Putu Anya Aeswarya Mudana, dan AA Ayu Mas Bulan A.P. Di susul meraih medali perak karya tulis ilmiah Indonesia Inventors Day 2021 dipersembahkan oleh I Gusti Gede Agung Angga Sutresna Marten, Vania Evangelista Evelina Susanto, Ni Kadek Devyani Amelia Kusum, dan I Gusti Made Agung Satria Wiranata.

Baca juga :  Anggaran Corona di Bangli Sudah Terserap Rp28 Miliar, Dapat Suntikan Rp3 Miliar dari Pemprov Bali

Siswa lainnya, Komang Bunga Krishna Savita juga mempersembahkan medali emas lomba KIR tingkat internasional. Ni Putu Pritha Pradnya Maheswari meraih juara 1 Olimpiade Sains Siswa Nasional. Berikutnya, I Putu Wahyu Satya Wiryatama meraih medali perak bidang matematika di Kompetisi Sains Nasional tingkat nasional. Bahkan dia ditawar untuk melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara.

Wayan Sumiara mendaku bangga, pandemi Covid-19 tak menyurutkan siswanya untuk berkompetisi dan sukses beprestasi. Ini pas dengan tema HUT yakni ‘’Tingkatkan Inovasi, Kreativitas, dan Sportivitas pada Masa Pandemi Covid-19’’.

Prestasi yang dicapai diakui tak terlepas dari dukungan sekala dan niskala. Secara sekala, kata dia, prestasi ini adalah hasil kerja sama dan kerja keras semua komponen sekolah, dukungan orangtua siswa dan komite sekolah, termasuk juga dukungan dari Pemkot Denpasar melalui Disdikpora Kota Denpasar.

Secara niskala, Wayan Sumiara menyakini sesuhunan yang berstana di Padmasana, pelinggih Penunggu Karang, Dukuh Sakti, Indra Blaka, Batu Kasur dan Ratu Niang Sakti, senantiasa merestui setiap langkah siswanya berkompetisi dan sukses meraih prestasi. ‘’Apa artinya saya seorang kepala sekolah tanpa dukungan semua komponen lainnya,’’ ujar Sumiara yang juga penekun spiritual itu.

Ketua Komite Tjokorda Alit Krisdiyana mengapresiasi perkembangan SMPN 10 Denpasar, baik secara prestasi maupun sarana prasarana. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan lab komputer dan sarana lainnya dari pemerintah. Komite sekolah, kata dia, sangat mendukung program positif sekolah untuk melahirkan siswa berprestasi.

Baca juga :  Enam Pura di Tabanan Jadi Cagar Budaya

Apresiasi juga disampaikan Camat Denpasar Utara, I Nyoman Lodra. Menurut Lodra, pandemic Covid-19 bukan penghalang untuk berkegiatan, namun tak boleh abai dengan prokes. Ia mendorong SMPN 10 Denpasar untuk terus bangkit, tumbuhkan potensi sehingga menghasilkan prestasi.

Wali Kota Denpasar diwakili Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, menyampaikan selamat atas prestasi yang telah diukir siswa SMPN 10 Denpasar dan menjadi kado terindah diusia 37 tahun. Ia yakin dari SMPN 10 Denpasar akan banyak lahir kreator-kreator muda, pemikir-pemikir muda dan menjadi pemilik masa depan negeri.

Saat itu, Eddy Mulya menggaungkan konsep Merdeka Belajar dan belajar merdeka.  Menurut dia, konsep Merdeka Belajar, sejalan dengan ajaran Tamansiswa dari Ki Hadjar Dewantara. Dalam ajaran Tamansiswa, sistem pengajaran ditujukan untuk mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batinnya, merdeka pikirnya dan merdeka tenaganya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

2 Komentar

  1. Kurang lengkap nya prestasi yang disampaikan sehingga lomba internasional yang di dapat siswa kurang lengkap saya merasa kecewa

  2. Tolong dong,nama² anak yg berprestasi itu tidak hanya yg disebutkan diatas,masih banyak yg lain juga ingin masuk kedalam berita seperti ini,saya kemarin meraih 20 kejuaraan dalam bidang Bahasa Inggris,namun tidak tertulis disitu😐,sedikit kecewa..