KARANGASEM – Purnama Kadasa, Kamis (17/3/2022) merupakan puncak kegiatan prosesi upacara Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih, Karangasem. Prosesi dari awal puncak, upakara upacara lengkap berstana di masing-masing pelinggih.
Bendesa Besakih, Jero Mangku Widiarta, mengatakan, sejak pukul 07.00 Wita upakara sudah siap. Berlanjut para sulinggih (pendeta) semua datang di bale gajah, di bale karya, di pangemit karya, di ambal-ambal dan di peselang. Mereka semua mepuja terkait puncak karya. “Semua itu prosesinya dihadiri oleh bupati dan wali kota kota se-Bali,” ujarnya.
Sulinggih yang muput pada ritual upacara di 25 kompleks pura ini, terangnya, keseluruhan sebanyak 33 sulinggih. Khusus di Penataran Agung ada 13 sulinggih, termasuk Dalem Nodya dan Ida Wiku Tapini.
Dia menguraikan, makna dan tujuan upacara ini adalah ungkapan terima kasih umat Hindu kepada Ida Sesuhunan yang berstana di Pura Besakih. Selain bentuk wujud bakti, juga sekaligus memohon restu agar pandemi Covid-19 yang sudah dua tahun melanda Bali bisa hilang.
“Bagi umat Hindu yang hendak sembahyang ke Pura Besakih, kami selaku parawartaka (panitia) tidak berani melarang. Tetapi umat yang datang agar mengindahkan imbauan pemerintah untuk tetap memakai masker taat prokes. Kami juga menyediakan sarana masker untuk krama pemedek yang kebetulan tidak memakai masker demi antisipasi,” pungkasnya. nad























