Puluhan Penari Iringi Pengabenan Maestro Tari Nyoman Cerita

  • Whatsapp
PULUHAN penari mengiringi jenazah saat pengabenan I Nyoman Cerita di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (24/10/2021). Foto: ist

GIANYAR – Upacara pengabenan maestro tari asal Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar, I Nyoman Cerita, Minggu (24/10/2021) menghadirkan pemandangan unik. Perjalanan jenazah dari rumah duka ke setra (kuburan) diikuti puluhan orang mengenakan pakaian tari.

Prosesi itu seperti ada pawai, karena iringan beberapa penari dari tari yang diciptakan almarhum. Tari-tarian yang mengiringi antara lain tari Kelinci,Garuda Wisnu, Satya Brata, dan Barong Api. Perjalanan jenazah ke setra juga diiringi dengan baleganjur dari Komunitas Seni Saptana Jagaraga Singapadu (KSSJS).

Bacaan Lainnya

Sinta Devi, seniman muda berbakat yang satu desa dengan almarhum, mengatakan, sejumlah orang memakai pakaian tari tersebut merupakan perkumpulan seniman dari Singapadu dan sejumlah murid almarhum.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, karena berjasa dalam penciptaan dan pengembangan seni di Bali, terutama mengharumkan nama Singapadu. “Ini spontan dari seniman-seniman Singapadu dan murid, ada juga dari luar Singapadu yang ikut,” tuturnya.

Lebih jauh diungkapkan, pakaian yang dipakai para seniman pengiring itu juga hasil ciptaan almarhum. Tidak hanya mengenakan pakaian tari, para seniman tersebut juga menari sepanjang jalan.

Maestro tari Bali, I Nyoman Cerita, asal Banjar Sengguan, Desa Singapadu, Sukawati, meninggal pada usia 60 tahun. Sebelum meninggal, Cerita sempat dilarikan ke RS Ganesha di Desa Celuk, Sukawati pada Senin (18/10/2021) dini hari dengan keluhan sesak bagian uluhati. Sempat dikira membaik, akhirnya Cerita mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.45 Wita.

Baca juga :  Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Latihan dan Kompetisi Olahraga

Sebelum dilarikan ke rumah sakit dan kemudian meninggal, Cerita nampak sehat tidak ada mengeluhkan kondisi kesehatan. Bahkan dosen ISI Denpasar yang malang melintang berkeliling dunia membawa misi kesenian itu, sempat sehari melatih tari kebesaran di SMPN 1 Singaraja.

Cerita diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung. Diduga karena totalitasnya dalam berkesenian, dia sering mengabaikan pola makan. Mendiang meninggalkan seorang istri, Ni Made Seri (63); dua anak dan menantu, serta tujuh cucu. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.