MATARAM – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, akan dibangun delapan hotel bintang lima. Itu berdasarkan analisa awal yang memperkirakan tenaga kerja yang mampu terserap sebanyak 570 ribu orang. Tidak tanggung-tanggung, nilai investasi dari proyek tersebut mencapai Rp14 triliun.
“Berdasarkan analisa awal yang dilakukannya, di KEK Mandalika akan dibangun delapan hotel bintang lima dengan total investasi mencapai lebih dari Rp14 triliun, serta membuka lapangan kerja baru yang mampu menyerap lebih dari 570 ribu tenaga kerja,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi, Sabtu (23/10/2021).
Menurut dia, terkait hal itu, tentunya sejak dini, pihaknya harus menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi atau skill agar mampu terserap. “Tugas bersama yang segera kita lakukan adalah menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi/skill yang inline dengan kebutuhan dunia industri,” kata Gede.
‘’Karena itu, dalam analisis ini, dunia industri harus terlibat aktif memberikan informasi terkait skill yang dibutuhkan, sehingga lembaga pendidikan vokasi dan lembaga pelatihan kerja bisa menyesuaikan kurikulumnya,’’ sambung dia.
Gede Aryadi mendaku, saat ini pihaknya bersama Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Kerja dan industri (FKLPKI) sedang menyusun buku informasi pasar kerja secara detail, termasuk skill yang dibutuhkan dalam 5-10 tahun ke depan. “Mudahan bisa kita implementasikan secara konkrit dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Gede Aryadi memaparkan berdasarkan data BPS pada bulan Februari 2021 angka pengangguran terbuka di NTB sebesar 3,95 persen yaitu sebanyak 109.074 orang dengan tamatan Universitas paling tinggi sebesar 7,07 persen. ‘’Hal ini dikarenakan lulusan perguruan tinggi memilih-milih pekerjaan. Padahal skill dan pengalaman kerja masih sangat terbatas,’’ ungkap Mantan Irbansus pada Inspektorat NTB itu.
Ia menegaskan, selain KEK Mandalika sebagai salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP) dari lima DSP di seluruh Indonesia, kini NTB juga sedang proses pengembangan kawasan industri di Pulau Sumbawa, terutama dengan segera akan dimulainya pembangunan infrastruktur smelter di KSB.‘
’Jadi, kedua proyek besar tersebut, akan membawa berkah tersendiri bagi terbukanya kesempatan kerja yang cukup besar dalam jangka menengah maupun jangka panjang di wilayah NTB,’’ tandas Gede Aryadi. rul
























