POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kebakaran hutan di wilayah balik bukit Kabupaten Karangasem diduga merembet ke kawasan hutan lindung Cemara Landung, Desa Trunyan; dan Dusun Abang, Desa Abang Batudingding, Kecamatan Kintamani, Bangli.
Kawasan hutan KPH Bali Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Karangasem. Api diketahui menjalar dari lereng timur Gunung Abang pada Minggu (29/10/2023) sekitar pukul 22.10 Wita oleh masyarakat Banjar Bunut, Desa Trunyan.
Anggota Koramil Kintamani dan Kabid 1 DKLH beserta staf melakukan pemantauan dari Banjar Cemara Landung dan Banjar Dukuh. Sebab, lokasi kebakaran berada di medan terjal dan jurang, yang sangat sulit dijangkau. Selasa (31/10/2023) sampai pukul 16.00 Wita api menyebar ke lereng bawah Gunung Abang.
Vegetasi yang terbakar adalah cemara gunung, ampupu, semak dan rumput kering. Perkiraan sementara luas kebakaran sampai Rabu (1/11/2023) mencapai 25 hektar lebih.
Kepala Dinas Pelaksana Damkar-BPBD Bangli, I Wayan Wardana, mengakui kebakaran mulai menyebar ke lereng bawah Gunung Abang. Hampir mendekati wilayah penduduk, tapi baru sampai di Jalan Tangguntiti.
“Kami sudah mengerahkan satu unit mobil damkar. Walaupun ada tiga, tapi untuk antisipasi satu siaga di kantor, dan satunya masih rusak, sekarang ada di bengkel di Gianyar,” jelasnya.
Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto, bersama personel Polsek dan Kelompok Sadar Wisata Gunung Abang, memantau titik api di lereng Gunung Abang. Dari hasil pemantauan, masih terdapat tiga titik kepulan asap yang meliputi wilayah Cemara Landung, Tirta Peceburan dan wilayah Bonderek.
Akses jalan menuju ke lokasi titik api tidak dapat dilalui, karena berada di lereng gunung. “Api sudah mulai berkurang, hanya terlihat kepulan asap saja. Namun, tidak ada akses jalan menuju titik tersebut, karena lokasi berada di lereng gunung, tidak terdapat akses jalan untuk melakukan pemadaman,” ucap Kapolsek.
Kapolsek berujar lokasi kebakaran masih jauh dari permukiman warga. Namun, dia tetap mengimbau warga seputaran Gunung Abang agar waspada terkait perkembangan titik api agar tidak menyebar ke permukiman. “Untuk warga yang berada di seputaran Gunung Abang, tetap waspada meskipun api masih jauh dari permukiman,” pesannya. gia
























