TABANAN – Kordiv Pengawasan Bawaslu Tabanan, Ketut Narta, mengatakan
bahwa ada tambahan baru dalam pengawasan masa pandemi Covid-19, yakni
memastikan pelaksanaan pilkada menaati aturan protokol Kesehatan sesuai
regulasi. Para pengawas TPS (PTPS) sebagai ujungtombak pengawasan juga
diingatkan tetap menjaga independensi dan integritas selama bertugas.
“Keberhasilan PTPS mengawal pemungutan dan penghitungan suara jadi hasil kerja
keras PTPS di wilayah masing-masing,” ungkapnya, Senin (16/11/2020).
Menurutnya, keberhasilan PTPS merupakan keberhasilan Bawaslu dalam mengawal proses tahapan Pilkada Tabanan 2020. Peran Bawaslu dikatakan, sebutnya, sangat diharap masyarakat ketika bertugas pada tahapan akhir pemungutan dan penghitungan suara bekerja baik dan berintegritas. Tujuannya akhirnya adalah Tabanan 2020 dapat berjalan adil.
Karena itu, cetusnya, PTPS wajib menjaga independensi dan integritas dalam pengawasan pemungutan dan penghitungan suara. “Seorang pengawas adalah yang diamanahkan untuk mengawal pesta demokrasi,” tegasnya.
Sebelumnya, Narta juga menghadiri pelantikan dan pembekalan PTPS yang digelar Panwascam Kediri usai melantik 186 PTPS. “Pengawas TPS yang dilantik keseluruhan sebanyak 1.130 orang, sesuai jumlah TPS di Kabupaten Tabanan. Yang melamar untuk jadi PTPS sebanyak 2.260 orang,” urainya.
Pada hari yang sama, KPU Tabanan menggelar bimtek pemungutan dan penghitungan suara di SMPN 1 Selemadeg Timur. Bimtek tersebut dihadiri komisioner KPU Tabanan, I Ketut Sugina, sekaligus sebagai pemberi materi. Hadir 30 orang PPS (masing-masing desa dua orang), lima orang PPK, dan tiga orang dari sekretariat. Sugina menyampaikan, PPS dan PPK se-Kecamatan Selemadeg Timur diharap benar-benar mengetahui tugas yang akan diemban, juga terkait pemutakhiran data pemilih Pilkada Tabanan 2020. Materi bimtek terkait persiapan, pelaksanaan dan pelaporan kegiatan. Dia juga memberitahu para penyelenggara dilengkapi alat pelindung diri (APD) untuk keselamatan dalam bekerja pada saat pemilihan nanti. gap
























