Prokes Jadi Prioritas Pengamanan Malam Tahun Baru 2021 di Tabanan

  • Whatsapp
DANDIM 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto saat menyambangi koramil jajaran, Rabu (30/12/2020). foto: gap

TABANAN – Pada masa adaptasi kebiasaan baru dalam pandemi Covid-19, protokol kesehatan (prokes) juga menjadi prioritas dalam pengamanan Malam Tahun Baru 2021, di Kabupaten Tabanan, Bali.

Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto menekankan hal itu kepada personel di lapangan, saat menyambangi sejumlah koramil jajaran, Rabu (30/12/2020). Dikatakan, setelah pilkada dan pengamanan Natal, masih ada hal prioritas yang harus jadi fokus perhatian, yaitu malam pergantian tahun baru.

Bacaan Lainnya

“Apalagi ketika masih dalam suasana pandemi Covid-19, sehingga sebagai aparat kewilayahan harus selalu siaga dan bersama-sama dengan instansi terkait untuk melaksanakan pengamanan danpendisiplinan masyarakat, terkait protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tabanan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, apalagi telah terbit Surat Edaran Gubernur Bali No. 2021 tentang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, termasuk Maklumat Kapolri terkait hal itu. Jajaran TNI di masing-masing wilayah diminta mendukung dan menyukseskan kebijakan pemerintah, dan selalu mem-back up pemda dan Polri dalam penegakan aturan.

“Untuk itu, saya tekankan agar seluruh jajaran selalu tanggap dengan situasi, dan melaksanakan perintah dari komando atas dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Secara teknis, lanjut Toni, jajarannya sudah tergabung dalam Operasi Lilin Agung 2020. Selain itu, juga membentuk Satgas Enforce, yang merupakan kelanjutan dalam pelaksanaan Satgas Covid-19, bersama-sama dengan pemda, polres, dan pecalang desa adat dalam menegakkan aturan.

Baca juga :  Ketua TP PKK Gianyar Kukuhkan Kader Kebersihan Desa Taro, Jaga Lingkungan dari Sampah

“Kita melaksanakan tugas satu kali 24 jam tanpa henti, yaitu melaksanakan pengamanan dan memantau penerapan prokes. Khusus pada malam pergantian tahun baru, masyarakat agar diimbau untuk tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, apalagi pesta perayaan. Itu sangat dilarang, termasuk menyalakan kembang api ataupun petasan, hingga minum-minuman keras yang memabukkan,” ucapnya kepada anggota.

Dia juga mengingatkan kepada pejabat babinsa untuk senantiasa turun ke lapangan atau ke desa binaan masing-masing, juga bersinergi dengan bhabinkamtibmas, perbekel, dan aparat desa. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.