BULELENG – Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau progres pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani pada titik 8, di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (3/8/2022).
Koster didampingi Kepala Dinas PUPR/Perkim Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha; Kasatker Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali, Nyoman Yasmara, dan pelaksana proyek dari Sinar Bali – Citra, KSO.
Gubernur Koster mengatakan, progres pengerjaan Jalan Baru Batas Kota Singaraja – Mengwitani khusus pada titik 8 menilai cukup baik. Pembangunan yang direncanakan selesai pada bulan November tahun 2022 ini harus sesuai rencana, meskipun capaiannya sudah 64 persen dan masih ada cukup waktu untuk mengerjakannya.
Kepada pelaksana proyek, Koster meminta supaya bekerja dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk komitmen, tanggungjawab untuk mewujudkan bangunan yang berkualitas dengan tepat waktu sesuai kontrak sehingga menghasilkan pekerjaan yang bermutu. Kualitasnya betul-betul dapat diandalkan kedepan serta menjadi infrastruktur yang sangat baik.
“Selama ini hanya menjadi wacana, tapi baru saat ini bisa diwujudkan berkat kebersamaan Pemerintah Provinsi Bali berupa pengadaan lahan, dan komitmen Menteri PUPR RI, Bapak Basuki Hadimuljono untuk membangun fisiknya. Jadi ini pembangunan suatu yang baik dan bagus, meskipun dalam situasi pandemi, anggarannya sama sekali tidak mengalami refocusing, sehingga pembangunannya tetap bisa dilaksanakan,” pungkasnya.
Sementara itu itu, Nusakti Yasa Wedha; didampingi Nyoman Yasmara, dan pelaksana proyek dari Sinar Bali – Citra, KSO mengatakan bahwa pembangunan jalan baru ruas jalan batas kota Singaraja – Mengwitani khususnya pada titik 8 ini memiliki panjang trase rencana jalan dan jembatan sepanjang 1.564 meter yang terdiri dari panjang trase jalan sepanjang 1.404 meter dan trase jembatan sepanjang 160 meter.
“Dalam capaian pembangunan jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani titik 7A, 7B, 7C dan titik 8, saya laporkan progresnya sudah mencapai 64 persen dan akan selesai pada bulan November 2022,” kata Nusakti. alt
























