Program Kartu Prakerja Menghadirkan Banyak Manfaat

KEPALA Disnakertrans NTB, Gede Putu Aryadi (dua kiri) bersama Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, saat memberikan keterangan pada wartawan. Foto: ist
KEPALA Disnakertrans NTB, Gede Putu Aryadi (dua kiri) bersama Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, saat memberikan keterangan pada wartawan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Gede Putu Aryadi, mengatakan, program kartu prakerja yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah banyak  memberikan manfaat pada masyarakat.  ‘’Jadi, program ini tidak hanya efektif dalam memberikan hasil yang baik, tetapi juga dengan biaya yang efisien,’’ ujar Gede, Sabtu (9/9/2023).

Dari data Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, warga NTB yang sudah terdaftar menjadi peserta kartu prakerja sebanyak 11.861 orang. Sedangkan, jumlah pendaftarnya mencapai sekitar 53 ribu lebih.

Read More

Lantaran kendala sinyal untuk pendaftaran online, pendaftar di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum tercover seluruhnya. Ini disebabkan lokasinya yang masih jauh dari jangkauan BTS sinyal. Apalagi kondisi geografis Pulau Sumbawa yang berbukit-bukit mengharuskan BTS sinyal harus ditempatkan di tiap-tiap bukit agar jangkauan sinyal internet lebih luas lagi.

‘’Jadi, dengan dibukanya pelatihan kartu prakerja skema normal, maka pelatihan secara offline lebih diprioritaskan  untuk daerah-daerah yang lokasinya terpencil, seperti sejumlah daerah di NTB yang masih blank spot,’’ kata mantan Kadis Kominfotik NTB itu.

Pemerintah daerah, kata Gde Aryadi berharap pelatihan offline kartu prakerja tidak hanya dibuka di kabupaten-kabupaten di Pulau Lombok, tetapi juga di Pulau Sumbawa agar cakupan penerima manfaat program kartu prakerja lebih luas lagi. ‘’Apalagi ada 3 proyek strategis yang perlu lebih awal disiapkan tenaga kerjanya, baik hard dan soft skill, yakni pengembangan kawasan industri smelter di KSB, kemudian pengembangan food estate di Labangka Sumbawa dan kehadiran PT Sumbawa Timur Mining (PT STM) di Hu’u Dompu yang kini sedang melakukan eksplorasi pertambangan mineral pada areal seluas 29.000 hektare,’’ jelas Gede.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, menyampaikan program kartu prakerja dilaksanakan sejak tahun 2020 atau telah berjalan selama 3,5 tahun dan akan berlanjut hingga tahun 2024 nanti. Untuk keberlangsungan kartu prakerja tentu saja akan menyesuaikan dengan hasil evaluasi dan kepala negara selanjutnya.

‘’Tetapi seyogyanya dalam perjalanan suatu bangsa itu harus dilanjutkan, karena jika memulai dari awal butuh untuk riset kembali. Hal ini tentu tidak efektif,’’ ujarnya.

Meski baru berusia 3,5 tahun, ternyata banyak negara lain yang ingin belajar program kartu prakerja ini, di antaranya Kamboja, Maroko, dan Korsel. Denni menjelaskan, untuk di Provinsi NTB, pada gelombang terakhir, peserta kartu prakerja sebanyak 11.861 orang dengan pendaftar sekitar 53 ribu lebih.

Karenanya, melihat animo yang besar di NTB, Puspa menyampaikan kuota kartu prakerja akan ditambah pada periode selanjutnya.  ‘’Jadi, sambil menunggu program regular kartu Prakerja, masyarakat bisa mengikuti Indonesia Skills Week yang berisi berbagai macam pelatihan secara online dengan gratis, murah dan mudah selama 1 minggu,’’ ungkap dia.

Denni Puspa merincikan, peserta kartu prakerja paling banyak berasal dari Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah 4.400 orang. Di susul oleh Kabupaten Lombok Barat dengan 2.200 orang, Kabupaten Lombok Tengah 1.500 orang, kemudian Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) paling sedikit, yaitu 79 orang.

Menurut dia, para pendaftar dan peserta kartu prakerja paling banyak adalah lulusan SMA dengan usia rata-rata di bawah 35 tahun atau generasi milenial dan generasi Z. Program pelatihan yang paling banyak diminati, yakni pelatihan pengembangan diri, teknik ketepatan waktu, pemecahan masalah kompleks, belajar kepemimpinan, e-commerce, membangun website, manajemen data dan database.

Lebih lanjut ia mengaku, bahwa sebelum memulai pelatihan, setiap peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui kemampuan dasar dari peserta. Hasil pre-test peserta kebanyakan di angka 40, namun setelah mengikuti pelatihan selama 15 jam peserta kembali di tes dan hasilnya menunjukkan skor 60 ke atas.

‘’Hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan yang dimiliki oleh peserta pelatihan. Indikator inilah yang membuat program kartu prakerja dinilai efektif dalam meningkatkan SDM, sehingga dilirik oleh negara lain,’’ tandas Denni Puspa Purbasari. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.