Prestasinya Turun di Porprov Bali, KONI Badung Panggil Ketua Umum 10 Cabor

SUASANA rapat KONI Badung dengan 10 cabor di Sekretariat KONI Badung, Rabu (8/3/2023). foto: ist

MANGUPURA – KONI Badung memanggil para ketua umum (ketum) dan sekretaris dari 10 Cabang Olahraga (Cabor) anggotanya yang prestasinya menurun atau tidak memenuhi target pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV 2022.

Pertemuan dilangsungkan di ruang Rapat KONI Badung, Rabu (8/3/2023). Pertemuan dipimpin langsung Ketua Umum KONI Badung Made Nariana, didampingi Sekretarisnya Made Sutama. ”Tujuan pertemuan ini untuk mempertajam keputusan Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Badung, Jumat (17/2/2023) lalu,” kata Nariana mengawali arahannya.

Read More

Mengingat pentingnya pertemuan tersebut, KONI Badung memang khusus memanggil para ketua umum dan sekretaris ke-10 cabor, bahkan tidak bisa diwakilkan. Meski demikian, masih saja ada ketua umum cabor tak bisa hadir karena alasan masih di luar daerah.

”Intinya semua cabor akan kami dipanggil secara bertahap. Tapi kita awali dengan 10 cabor yang masuk katagori gret 3, dimana prestasinya menurun pada Porprov Bali XV. Kita diskusikan apa saja kendalanya, untuk bersama-sama dicarikan solusinya,” tambah Nariana.

Ke-10 cabor yang dipanggil tersebut yakni PSSI yang meliputi sepakbola, futsal dan beach soccer (sepakbola pantai), tenis meja, woodball, rubgy, E-sport, binaraga, angkat berat, kick boxing, aerosport (paralayang dan aeromedeling), gulat dan kuras (Ferkusi).

Cabor-cabor ini menjadi sorotan, karena ekspektasinya tidak sesuai harapan. Seperti E-sport, atlet-atlet Badung sering mewakili Bali ke even-even internasional, bahkan kejuaraan dunia. Tetapi saat Porprov Bali 2022, prestasinya jeblok.

Pun sepakbola, gagal meraih medali emas. Padahal pada Porprov edisi sebelumnya (di Tabanan 2019) meraih medali emas. ”Saya sering disindir Denpasar. ”Badung boleh juara umum, tapi sepakbola milik kami (Denpasar). Harus diakui cabor sepakbola memang sangat bergengsi, jadi tolong ini menjadi catatan pak Graha (Ketum Askab PSSI Badung,-red) untuk mempersiapkan diri lebih awal,” pinta Nariana.

Tahun Pra-PON
Nariana juga kembali menekankan, tahun 2023 ini sebagai tahun pra-PON untuk menentukan atlet-atlet Bali yang lolos ke PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh. Untuk itu, semua cabor Badung diharapkan sedini mungkin mempersiapkan atletnya agar bisa mewakili Bali ke ajang itu.

Kenapa Badung bicara pra-PON dan PON? ” Kita ingin atlet Badung kembali mendominasi kontingen Bali. Seperti di PON XX, sebanyak 60 persen kontingen Bali adalah atlet dari Kabupaten Badung,” ungkap Nariana

Bahkan bukan hanya kuantitas, Badung juga berhasil menyumbang 12 dari 28 emas yang diraih kontingen Bali di PON Papua. Sisanya 16 emas dibagi rata 8 kabupaten/kota. Dengan kata lain, 32 persen raihan medali kontingen Bali disumbangkan atlet Badung, Denpasar hanya 19 persen dan Buleleng 8 persen.

”Ini bukan angka mengada-ada, tetapi terungkap saat Rakerprov KONI Bali, belum lama ini. Jadi kita ingin mengulang prestasi itu, bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi. Muaranya, secara langsung menjadi persiapan Badung menghadapi Porprov Bali XVI tahun 2025,” sambung Nariana seraya menegeskan, Badung kembali membidik target juara umum untuk ke-10 kalinya secara beruntun pada Porprov Bali 2025. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.