PPKM Kembali Diperpanjang hingga 22 Februari, BKK Rp100 Juta per Desa Adat Segera Cair

  • Whatsapp
PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang hingga 22 Februari 2021. Foto: ist
PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang hingga 22 Februari 2021. Foto: ist

DENPASAR – Pada Senin (8/2/2021), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap 2 telah berakhir. Hasil eveluasi, selama pemberlakukan PPKM mulai dari tahap 1 hingga berakhirnya tahap 2, kasus harian terkonfirmasi positif masih tinggi. Khusus di Bali, masih berkutat di angka tiga digit.

Atas dasar itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, per 5 Februari 2021 mengeluarkan kebijakan yang tertuang ke dalam Inmendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembangunan Posko Penanganan Coronavirus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti Inmendagri tersebut, Pemerintah Provinsi Bali bakal kembali memperpanjang PPKM. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, mengatakan, keberlanjutan PPKM tahap III pada level mikro akan diberlakukan mulai 9 Februari sampai dengan 22 Februari 2021. ‘’Breakdown kita di Bali PPKM berbasis desa/kelurahan dan desa adat,’’ tegas Rentin. 

Menurutnya, PPKM tahap III ini tetap melihat zonasi, tapi berbasis desa. Ia mencontohkan jika di dalam satu kecamatan ada dua desa saja yang mengalami zona merah, maka hanya dua desa itu saja yang melakukan pembatasan, sedangkan yang lain tidak.

Jam malam, lanjut dia, juga dilonggarkan sampai pukul 21.00 Wita dengan catatan jika ada konsumen yang masih ada membeli makanan untuk dibawa pulang masih dibolehkan. Sementara untuk perkantoran diisi dengan 50 persen kerja dari rumah dan 50 persen dari kantor, sehingga roda perekonomian tidak stagnan. 

Baca juga :  BPOM Diminta Kawal Produk Unggulan Klungkung

‘’Disamping itu, pemerintah juga menyiapkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang akan segera dicairkan Rp100 juta per desa adat, di mana Rp50 juta diarahkan untuk penanganan Covid-19,’’ jelas Rentin yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali ini. 

Secara terpisah, Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri, Safrizal, membenarkan Mendagri Tito Karnavian telah menerbitkan Inmendagri 3/2021. “Aturan ini menjelaskan penerapan PPKM mikro yang akan diterapkan mulai 9 hingga 22 Februari 2021,” ujar Safrizal dalam Rakor Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang disiarkan di YouTube BNPB, Minggu (7/2/2021).

Safrizal mengatakan Inmendagri ini berbeda dengan inmendagri yang sudah diterbitkan pada PPKM mikro tahap kedua. Safrizal mengatakan seluruh kabupaten kota yang ditetapkan sebagai wilayah PPKM mikro harus mengikuti aturan.

‘’Seluruh kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai wilayah PPKM mikro, maka seluruh desa yang ada di kabupaten itu ditetapkan sebagai wilayah pelaksanaan PPKM mikro,” katanya.

Selain itu, Instruksi Mendagri ini juga mengubah aturan work from office (WFO) dan work from home (WFH) menjadi 50 persen. Sekolah di wilayah PPKM mikro juga tetap berlangsung secara daring. Pusat perbelanjaan atau mal, pasar modern, pertokoan maksimal buka sampai pukul 21.00 Wita tanpa toleransi. Sebagai perbandingan, kalau PPKM tahap 2, ada pukul 19.00 Wita, namun ada berlakukan jam toleransi sampai pukul 20.00 Wita.

Selain itu, dine-in di restoran juga masih tetap dibatasi maksimal 50 persen. Restoran juga diwajibkan tutup pukul 21.00 Wita. “Kegiatan konstruksi beroperasi dengan protokol kesehatan 100 persen. Rumah ibadah dibatasi maksimal 50 persen, pakai masker jaga jarak karena kapasitas sudah dibatasi 50 persen. Kemudian fasilitas umum, sosbud dihentikan sementara, kegiatan yang bisa timbulkan kerumunan dihentikan sementara,” jelas Safrizal.

Baca juga :  Tes Usap Massal, Empat ASN Buleleng Positif Corona

Di sisi lain, perkembangan kasus pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per Minggu (7/2/2021), Satuan Tugas Nasional kembali mencatat terjadi penambahan terkonfirmasi positif sebanyak 381, sehingga kumulatif menjadi 28.429 orang. Kabar baiknya, sembuh 379 kumulatif 24.541 orang, dan meninggal 9 orang kumulatif 740 orang. Sedangkan kasus aktif atau pasien dalam perawatan sebanyak 3.148 orang. alt/gre

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.