Longsor Terjadi di Sejumlah Titik di Buleleng

  • Whatsapp
PETUGAS BPBD Buleleng dibantu warga Dusun Lebah di Desa Sekumpul membersihkan material longsor. Foto: rik
PETUGAS BPBD Buleleng dibantu warga Dusun Lebah di Desa Sekumpul membersihkan material longsor. Foto: rik

BULELENG – Hujan yang mengguyur sejak beberapa hari belakangan ini, membuat beberapa titik di wilayah Buleleng kini dilanda bencana longsor. Material longsor ini bahkan sampai menerjang rumah milik warga. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng masih mendata terkait kerugian yang timbul akibat bencana ini. 

Longsor terparah terjadi di Dusun Lebah, Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Buleleng. Senderan sepanjang 20 meter dan tinggi 27 meter, amblas pada Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 02.00 wita dini hari. Material amblasnya senderan milik Made Subrata (40) menimbun jalan beton di Dusun Lebah.

Bacaan Lainnya

Longsor ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu. Tidak saja hanya menutup jalan, material longsor berupa bebatuan dan tanah menimpa pagar rumah milik Kadek Sariada (38) hingga ambruk sepanjang 25 meter serta pelinggih Taksu yang ada di rumah tersebut.

Rumah semi permanen milik Nyoman Sari juga tidak luput dari hantaman material longsoran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Selain itu tiang listrik milik PLN juga ikut amblas. Sehingga terjadi pemadaman listrik di sekitar lokasi selama beberapa jam.

Baca juga :  Penyaluran Bantuan Sosial di Badung, Wabup Suiasa Pastikan Tepat Sasaran

‘’Saat kejadian, saya belum tidur. Sekitar jam 2 pagi terdengar suara gemuruh. Saat keluar kamar, saya lihat senderan amblas. Kerugian sekitar Rp70 juta. Untuk sementara pasang terpal di lokasi longsor agar tidak terjadi longsor susulan. Saya mengungsi sementara di rumah keluarga,’’ ujar Subrata.

Secara terpisah, Camat Sawan, Gusti Putu Ngurah Mastika,  mengatakan, akses jalan yang tertimbun material itu digunakan oleh belasan KK yang ada di Dusun Lebah. ‘’Dampak langsungnya ada tiga KK, karena tembok rumahnya kena material. Tapi kalau akses jalan masih ada alternatif sehingga tidak terisolir,’’ jelas Ngurah Mastika.

Ngurah Mastika mengimbau, agar masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan atau rawan bencana longsor untuk waspada. ‘’Kami minta masyarakat ll tetap waspada. Apalagi Desa Sekumpul, Lemukih, Galungan itu wilayah rawan bencana,’’ imbau Ngurah Mastika.

Selain terjadi di Desa Lemukih, longsor juga terjadi di dua titik jalan raya Singaraja-Denpasar, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, yang disertai pohon tumbang. Longsor juga terjadi di Banjar Dinas Desa, Desa Lemukih yang membuat balai sekepat dihalaman rumah milik Gede Kariana jebol dengan nilai kerugian Rp50 juta serta di Banjar Dinas Lemaya longsor menutup akses jalan warga.

Kemudian longsor juga terjadi di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan tepatnya di Banjar Dinas Pendem, yang mengakibatkan sanggah keluarga dan senderan ukuran 5 X 5 meter milik Nyoman Sudarsa jebol dengan kerugian sebesar Rp15 juta.

Baca juga :  Denpasar Tambah 3 Pasien Covid-19 Meninggal, Kasus Positif 29, Sembuh Bertambah 21 Orang

Dan longsor juga terjadi di wilayah Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, tepatnya di Banjar Dinas Selembo pada yang mengakibatkan senderan milik Gede Adi Suandana amblas menimpa pagar pembatas rumah milik Gede Wiada dengan nilai kerugian sekitar Rp60 juta.

Selain longsor, juga terjadi banjir di beberapa titik wilayah Buleleng, yakni di Desa Tejakula tepatnya di Banjar Dinas Antapura pada Sabtu (6/2/2021) dini hari yang mengakibatkan dapur dan pelinggih Jro Gede milik Wayan Juwena hanyut, dengan nilai kerugian ditafsir Rp10 juta.

Lalu jembatan darurat penghubung Desa Tinga-tinga dan Desa Pengulon jebol akibat banjir pada Sabtu (6/2/2021) dini hari dan tidak bisa dilalui. Kemudian di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak terjadi banjir diseputaran Pura Segara Patas dan sempat menggenang di semua rumah warga setempat, termasuk banjir juga terjadi di wilayah Desa Penyabangan membawa material lumpur dan menggenang di rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, mengaku, sudah menerjunkan petugas TRC-BPBD Buleleng untuk mengevakuasi material longsor. ‘’Material longsor terus diupayakan untuk dibersihkan, agar aktivitas masyarakat kembali normal. Evakuasi terus kami akan lakukan,’’ pungkas Suadnyana. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.